Hari Jadi ke-80 Provinsi Jabar, Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat Menyoroti Penanganan Stunting
Kota Bandung - Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat Ratnawati menyoroti penanganan stunting hingga gizi buruk di Provinsi Jabar. Menurutnya, penanganan stunting di Jabar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perbaikan. Namun, belum terlihat langkah signifikan yang progresif dari Pemerintah Daerah Provinsi Jabar untuk menurunkan angka stunting secara cepat dan merata.
"Sampai saat ini, belum ada beberapa terobosan khusus dari Dinas Kesehatan Provinsi Jabar dan jajaran terkait, termasuk posyandu sebagai garda terdepan,” keluh Ratnawati, Selasa (19/8/2025)
Kendala yang masih dihadapi di lapangan diantaranya; kapasitas posyandu yang terlalu padat, minimnya pemberian makanan tambahan bergizi, dan rendahnya honor posyandu. Kondisi ini membatasi gerak kader dalam memantau tumbuh kembang anak secara optimal.
Lebih lanjut Ratnawati menyoroti pentingnya penanganan lanjutan bagi anak stunting yang memiliki penyakit penyerta. Jika penyakitnya tidak diobati maka gizinya sulit naik. Sebaliknya, kalau gizinya kurang penyakitnya pun akan semakin parah.
“Fokus penanganan harus diarahkan pada anak balita karena masa emas perkembangan ada di usia 0-5 tahun. Kalau di usia ini sudah bagus, insya Allah ke depan dengan program makanan bergizi gratis untuk anak sekolah, kita bisa mempercepat pertumbuhan generasi Indonesia,” tegas Ratnawati
Oleh sebab itu, pihaknya berharap langkah strategis penanganan stunting menjadi prioritas bersama pemerintah provinsi, kabupaten atau ota dan pusat.
“Target kita di 2045 adalah generasi emas, bukan generasi yang menjadi beban. Momentum HUT Jabar ke-80 ini harus menjadi pemacu untuk bergerak lebih cepat.” tutup Ratnawati.
Humas DPRD Jabar
