Kota Cimahi - Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Mamat Rachmat menyoroti rendahnya angka melanjutkan SMP ke SMA/SMK atau Angka Partisipasi Sekolah (APS) tingkat SMA di Jabar, hingga masalah kurang meratanya akses layanan pendidikan SMA khususnya di daerah terpencil dan terisolasi.
Hal itu disampaikan Mamat Rachmat usai menggelar acara Penyelenggaraan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di RW 02, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu (18/5/2025).
“Perda Nomor 5 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pendidikan ini kami bawa (sosialisasikan) ke masyarakat, tapi lebih dari itu saya ingin menyerap langsung aspirasi yang sering tak tersampaikan di tingkat kelurahan,” ungkap Mamat Rachmat.
Mamat Rachmat mengatakan, salah satu contoh rendahnya APS tingkat SMA atau SMK ada di Kota Cimahi. Ada kurang lebih 30 ribu lulusan SMP, hanya 10 ribu yang dapat tertampung di SMA Negeri. Sisanya harus melanjutkan ke sekolah swasta, tetapi faktanya justru banyak yang tak bisa melanjutkan ke SMA karena terkendala biaya.
“Pemerintah daerah (Pemda) Provinsi Jabar tengah mengupayakan agar sekolah swasta bisa gratis seperti sekolah negeri. Salah satu solusi jangka pendeknya adalah dengan adanya dana bantuan operasional untuk sekolah swasta atau negeri,” kata dia.
Selain itu, ia juga menyoroti kendala pembangunan sekolah negeri akibat keterbatasan lahan di beberapa kecamatan. Ia memastikan akan terus mendorong solusi konkret melalui DPRD Jawa Barat, sehingga tidak ada lagi anak di Jabar yang putus sekolah karena faktor ekonomi atau geografis.
“Kita ingin semua anak punya akses pendidikan yang adil dan layak, ini prioritas yang saya kawal terus,” tegasnya.
Humas DPRD Jabar
