logo dprd provinsi jawa barat
Kabupaten Majalengka-- Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono, ST melaksanakan kunjungan kerja ke PT Pabrik Gula Rajawali Jatitujuh dalam rangka mendapatkan data dan informasi serta masukan dari PT Pabrik Gula Rajawali Jatitujuh di Aula Mess PT Pabrik Gula Jatitujuh Kabupaten Majalengka, Senin (14/4/2025)
Kunjungan Kerja ke PT PG Rajawali Unit Jatitujuh, Ono Surono Berharap Indonesia Stop Impor Gula
Senin, 14 April 2025
Berita DPRD
Bagikan Berita

 

Kabupaten Majalengka - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono melakukan kunjungan kerja (kunker) ke PT Pabrik Gula (PG) Rajawali Unit Jatitujuh. Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk mendapatkan data, informasi termasuk masukan dari PT PG Rajawali Jatitujuh terkait kemitraan program tebu. 

Ono Surono mengatakan, selama kunjungan kerja bersama PT PG Rajawali Unit Jatitujuh membahas terkait kemitraan program tebu yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu dan Majalengka, khususnya di bawah naungan PT PG Rajawalali II Unit Jatitujuh. 

“Inti hasil pertemuan ini, kemitraan antara PT PG Rajawalali II Unit Jatitujuh dengan Bank BJB akan berlanjut, termasuk dengan kelompok petaninya. Kita berharap kedepan komunikasi antara PT PG Rajawali Jatitujuh, Bank BJB, pemerintah dan para petani lebih dimaksimalkan,” kata Ono Surono, di Aula Mess PT PG Rajawali Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Senin (14/4/2025).

Selama kunjungan kerja tersebut dibahas pula soal langkah strategis, hingga time schedule mulai dari garapan sampai dengan masa panen tebu, juga percepatan pencairan dana pinjaman untuk memperlancar usaha para petani. Hal ini dilakukan agar Indonesia bisa swasembada gula, jangan ada lagi impor gula.

Ono Surono berjanji akan mengawal terus hal ini, supaya kemitraan antara pemerintah, PT PG Rajawali II Unit Jatitujuh terus berjalan. DPRD Jawa Barat pun akan berupaya mencari lahan agar para peteni yang lahannya tidak produktif di tanam lagi dengan tebu atau komoditas dengan nilai ekonomi tinggi lainnya. 

“Tidak ada salahnya juga lahan yang ditanami beralih ke tebu, karena meskipun masa tanam tebu lama bisa 8 bulan sampai 1 tahun tapi sangat menguntungkan,” ucap dia mengakhiri. 

Direktur Keuangan PT PG Rajawali II Unit Jatitujuh Warsim menambahkan, dukungan pemerintah melalui program-program kemitraan sudah mulai dibangun. Model pembiayaan yang baru ini dinilai akan menjadikan para petani lebih antusias menanam tebu. 

“Program-program yang juga sudah disusun oleh Bank BJB ini juga akan mempercepat kelancaran budidaya. Saya kira kedepan wilayah tebu di Jawa Barat akan terus bertambah,” tambah Warsim. 

Sementara itu, Divisi UMKM Bank BJB Deni Mulyadi mengatakan, Bank BJB melihat bagaimana dari sisi pertumbuhan ekonomi. Apakah sesuai dengan apa yang bank gulirkan atau tidak. 

Bagaimana meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya petani tebu melalui kerjasama dengan PT PG Rajawali II Unit Jatitujuh sebagai salah satu off taker. Sehingga kepastian pasarnya ini terjamin dan pembiayaan Bank BJB tentu adalah dapat meningkatkan perekonomian yang ada dibinaan petani Rajawali II . 

“Terima kasih atas dukungan pemerintah dan tentu hari ini adalah Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono dapat berfokus terhadap pertumbuhan ekonomi khususnya petani tebu.

Humas DPRD Jabar