Kabupaten Garut - Sekretariat DPRD Jawa Barat melaksanakan kegiatan monitoring Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) se-Jawa Barat, satu diantaranya dilaksanakan di Kabupaten Garut. Salah satu sekolah yang dikunjungi tersebut yakni, SMA Negeri 2 Kabupaten Garut, SMK Negeri 2 Kabupaten Garut dan SLB Negeri B Kabupaten Garut.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kabupaten Garut Rozak Mulyana menjelaskan, kegiatan MPLS di SMA Negeri 2 Kabupaten Garut sudah sesuai dengan panduan pelaksanakaan MPLS tahun ajaran 2025/2026 dari Dinas Pendidikan Jawa Barat. Seperti MPLS dengan pendekatan Panca Waluya dengan tujuan untuk membentuk karakter siswa-siswi yang cageur (sehat lahir batin), bageur (berbudi pekerti luhur), pinter (cerdas), bener (jujur) dan singer (kreatif dan peka).
Selain itu, MPLS dilaksanakan selama 5 hari sejak 14 Juli sampai Jumat 18 Juli 2025. SMA Negeri 2 Garut dalam melaksanakan MPLS pun berkolaborasi dengan TNI dan Polri. Setiap harinya terdapat pendampingan dari TNI dan Polri selama MPLS berlangsung.
“Selama MPLS alhamdulilah berjalan dengan baik. Seluruh peserta yang terdaftar sebagai siswa-siswi SMA Negeri 2 Kabupaten Garut mengikuti MPLS dengan baik. Kemudian kaitannya dengan waktu juga alhamdulilah seluruh peserta bisa datang sesuai waktu yaitu, mulai 06.30 WIB sampai 15.00 WIB,” jelas dia, Kabupaten Garut, Kamis (17/7/2025).
Materi yang disampaikan selama MPLS pun sesuai dengan panduan pelaksanakaan MPLS tahun ajaran 2025/2026 dari Dinas Pendidikan Jawa Barat. Tidak hanya seputar pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga fokus pada isu-isu aktual yang relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Diantaranya adalah edukasi tentang bahaya narkoba dan zat adiktif (nafza), pencegahan judi online, hingga pentingnya tertib berlalu lintas dan sebagainya.
“Makanya kami itu bekerjasama dengan pihak Polri, dan utamanya memang bahwa sesuai dengan tujuan dari MPLS Panca Waluya untuk membentuk karakter anak-anak yang cageur, bageur, bener, pinter dan singer tersebut, dan itu tujuan utamanya,” ucap dia.
Untuk diketahui, MPLS di SMA Negeri 2 Kabupaten Garut diikuti oleh 575 siswa dan siswi, jumlah tersebut sesuai dengan jumlah siswa yang terdaftar di SMA Negeri 2 Kabupaten Garut.
MPLS di SMK Negeri 2 Kabupaten Garut Melibatkan 1.118 Siswa Baru
Sama halnya MPLS di SMK Negeri 2 Kabupaten Garut berjalan dengan lancar dan sukses. MPLS di SMK Negeri 2 Kabupaten Garut diikuti kurang lebih 1.118 siswa-siswi baru yang terbagi kepada beberapa kelompok.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum SMK Negeri 2 Kabupaten Garut Isya Safari ditengah-tengah kegiatan Program Monitoring MPLS Se-Jawa Barat.
“MPLS itu kegiatan rutinitas. Kalaupun ada perbedaan sedikit-sedikit terkait dengan mekanisme pasti kita ikuti. Alhamdulillah MPLS selama ini berjalan dengan lancar. Seluruh peserta didik baru yang berjumlah 1.118 siswa dan siswi hadir tepat waktu sejak pagi hari pukul 06.30 WIB hingga selesai rangkaian MPLS sore pukul 15.00 WIB. Hal ini menunjukkan antusiasme dan kedisiplinan siswa dalam mengikuti rangkaian kegiatan,” kata Isya Safari, Kabupaten Garut, Jumat (18/7/2025).
Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan MPLS di SMK Negeri 2 Kabupaten Garut sama dengan sekolah lainnya yang dimulai sejak Senin 14 Juli 2025 dan ditutup pada Jumat 18 Juli 2025. MPLS di SMK Negeri 2 Kabupaten Garut pun sudah mengikuti panduan pelaksanakaan MPLS tahun ajaran 2025/2026 dari Dinas Pendidikan Jawa Barat. Seperti MPLS dengan pendekatan Panca Waluya. Selain itu kegiatan MPLS tahun ini adanya kolaborasi strategis antara pihak sekolah dengan TNI dan Polri. Selama MPLS berlangsung, personel TNI dan Polri hadir setiap hari untuk memberikan pendampingan kepada para siswa-siswi.
“Tidak hanya instruksi satu arah, sekolah lebih menekankan pada mengenal, memahami, dan membangun ikatan awal yang kuat antar siswa, guru, dan lingkungan sekolah, termasuk MPLS yang ramah dan deep learning,” ucap dia.
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat terus mendorong implementasi MPLS yang ramah, edukatif, dan bermakna di seluruh jenjang pendidikan. SMK Negeri 2 Garut menjadi salah satu contoh sukses penerapan kebijakan ini, dengan semangat menyambut siswa baru sebagai bagian dari keluarga besar sekolah yang siap tumbuh bersama.
Tingginya jumlah siswa baru menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah. Hal ini mengharuskan pihak sekolah untuk melakukan penyesuaian teknis dalam pelaksanaan MPLS, terutama dalam manajemen kegiatan dan pembagian kelompok. Biasanya satu rombongan belajar 36, sekarang menjadi 42 sampai 43 siswa per rombongan belajar. Sehingga dalam MPLS tahun ini harus melakukan penambahan.
“Memang ada kendala karena meningkatnya jumlah siswa. Tapi alhamdulillah semua dapat kami atasi dengan kerjasama tim yang solid, meskipun jumlah siswa bertambah signifikan, semangat dan antusias siswa tetap tinggi sepanjang kegiatan berlangsung” ujarnya.
Jumlah peserta MPLS tahun ini tercatat 1.118 siswa baru yang tersebar ke dalam 26 rombongan belajar (rombel) dan 11 jurusan yang ada di SMK Negeri 2 Garut. Rata-rata jumlah siswa per rombel mencapai 42 hingga 43 siswa.
Humas DPRD Jabar
