Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah
Jawa Barat
dprdjabar
Berita Umum
PPKM Darurat Diperpanjang, Bagaimana Pelaku Usaha Sektor Ekonomi Informal?
Jumat, 23 Juli 2021
foto
Sekretaris komisi II DPRD Jawa Barat, Yunanda Eka Perwira. (Dok Humas DPRD Jabar).

Kota Bandung - Program PPKM Darurat Jawa Bali dinilai memiliki dampak diberbagai sektor, seperti di sektor kesehatan angka Bed Occupancy Rate (BOR) menurun dan juga dari sektor ekonomi yang memiliki penurunan pendapatan perkapita. Terlebih khusus ekonomi yang terus menurun, pemerintah harus membuat gerakan untuk menaikkan pendapatan masyrakat khususnya sektor ekonomi informal.

Sekretaris komisi II DPRD Jawa Barat Yunanda Eka Perwira dalam livenya bersama sekretariat DPRD Jabar pada Kamis (22/07/2021) menyebutkan, PPKM merupakan suatu pilihan untuk fokus dalam kesehatan dan ekonomi dapat tetap berjalan.

“Ya memang PPKM itu satu pilihan yang menurut saya dari sekian banyak pilihan yang diambil terutama untuk menyeimbangkan antara Bagaimana mengatasi dampak kesehatan dan dampak ekonomi begitu kalau kita mau betul-betul fokus di kesehatan maka sebenarnya mobilitas harus betul-betul dibatasi karena ternyata penyebab utama dari menyebarnya covid-19 dalam mobilitas masyarakat juga dan itu tidak bisa kita hindari karena masalah ekonomi masyarakat Jawa Barat pada umumnya memang tergantung kepada mobilitas sampai hari ini,” imbuhnya.

Dirinya juga menjelaskan 3 solusi kepada Pemprov Jawa Barat khususnya untuk UMKM, petani dan nelayan yang terdampak PPKM Darurat. Menurutnya Pemerintah harus hadir langsung dan juga berkerja sama dalam penanganan memajukan sektor ekonomi di Jawa Barat saat PPKM Darurat.

“Yang pertama tadi bagaimana meng online kan UMKM, yang kedua adalah bagaimana sekarang sektor pertanian tadi itu bisa dijual dengan cepat kepada pasarnya itunya fungsi dari pusat distribusi provinsi yang harus diberikan oleh pemerintah, dia membeli dari petani dan menjual kepada para pedagang dengan harga yang efisien begitu dan yang ketiga peluang pasar menurut saya harusnya pemerintah juga hadir Bagaimana menjual produk-produk dari UMKM ini dari industri rumahan ke wilayah-wilayah yang masih bisa ekonominya berputar lebih tinggi,” jelas Yunanda.

“Saatnya kita hadir Bagaimana menjual produk itu tentu saja tidak bisa mata-mata dijual harus dikemas dulu kemudian harus dipromosikan dulu ini Menurut saya kita mulai dari tahun lalu ya sebenarnya ketika ada kondisi seperti ini kau minta langsung menugaskan minimal ada 3 lembaga ya kirannya bisa bertugas di sini dan itu tiga-tiganya harus punya kemampuan marketing begitu untuk menjual barang-barang Jawa Barat.” lanjutnya.

Menurutnya juga, vaksinasi sangat penting pengaruhnya dalam sektor ekonomi, ia menjelaskan dengan vaksin maka akan lebih memberikan kepercayaan lebih kepada masyarakat untuk berbisnis seperti biasa.

“Vaksinasi sangat erat dengan ekonomi begitu-begitu vaksinasi itu bisa meningkat terutama di kabupaten kota yang saat ini masih rendah bagi dengan jumlah penduduk yang tinggi itu ada kepercayaan diri dari pemerintahan dari rakyat untuk mulai berbisnis secara lebih normal,” tutup Yunanda.

Humas DPRD Jabar
Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Barat
Dr. Hj. Ida Wahida Hidayati, SE. SH., M.Si

Berita Terkait