Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah
Jawa Barat
dprdjabar
Berita Umum
Komisi I : Membangun BUMDes Perlu Kontribusi Dan Sinergitas
Kamis, 11 November 2021
foto
Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Sadar Muslihat (Humas DPRD Jabar/ Ariez RF)

KAB. TASIKMLAYA --- Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menilai ada kontribusi dan sinergitas yang kuat dalam menjalankan pengelolaan konsep desa wisata Wahana Alam Parung, Desa Guranteng, Kecamatan Pager Ageung, Kabupaten Tasikmalaya.

Desa wisata yang di kelola oleh BUMDes tersebut menyajikan konsep desa wisata yang terintegrasi dengan sistem yang baik.

Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Sadar Muslihat menyebutkan, Desa Guranteng terdapat sinergis yang luar biasa antara pemilik modal lokal bersama perangkat desa untuk mengelola bentang alam yang indah untuk dijadikan desa wisata. Hanya saja ada beberapa persoalan diantaranya infrastruktur jalan desa atau akses menuju lokasi desa wisata.

“Karena itulah pemerintah daerah perlu hadir untuk mencarikan solusi infrastruktur tersebut. Selain itu, harga tanah yang turut melonjak naik dengan hadirnya desa wisata Wahana Alam Parung,” ujar Sadar, Kamis (11/11/2021).

Sadar mengatakan, ada juga produk unggulan yang menjadi komoditas perekonomian masyarakat sekitar yakni berupa olahan susu sapi, coklat dan gula merah perlu legalisasi dan sertifikat dari Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM). 

Perlu dorongan dari pemerintah daerah khususnya DPMD kabupaten untuk membantu mewujudkan kesejahteraan pelaku usaha. Hal itu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung usai pandemi dinyatakan berakhir.

Kawasan Desa Guranteng sebagai penghasil gula merah perlu dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak agar menjadi bagian dari desa wisata serta bersinergi dengan pemangku kepentingan, sehingga antara satu sama lain mulai dari pemasaran desa wisata ini terkoneksi dengan desa lainnya untuk saling melengkapi dan mengisi destinasi wisata.

“Perlu koneksi dan komitmen yang jelas antaradesa agar tidak terjadi kecemburuan social, desa lainnya harus bersama-sama mendukung agar terwujudnya desa wisata yang berkuntribusi terhadap kesejahteraan masyarakatnya,” katanya.

Kepala Desa Guranteng, Endang Bahrum menyebutkan, keberadaan BUMDes Wahana Alam Parung merupakan kontribusi dari pemilik modal dan masyarakat untuk kemajuan desa, dalam hal ini, pelaku usaha berkomitmen untuk bersama-sama memajukan desa melalui usaha yang dijalankan untuk kepentingan desa.

Dengan kata lain, Desa Guranteng mendeklarasikan sebagai desa wisata yang terintegrasi dengan sistem dan pengelolaannya. Dia mencontohkan, di desa tersebut terdapat sistem aplikasi pendataan pengunjung yang diakumulasi dan terdata dengan desa, terlebih ditengah pandemic seperti sekarang ini sangat membantu dalam mengawasi pergerakan masyarakat berkaitan dengan protokol kesehatan.

“Bahwa Desa Guranteng bukan hanya  Wahana Alam Parung saja, tetapi ada 12 potensi desa wisata yang bisa dimaksimalkan,” ujarnya.

Di singgung soal infratruktur jalan, Endang menyebut ada bagian desa ada bagian dari pemerintah Kabupaten. Jalan-jalan desa diberdayakan dari BUMDes yang ada. Sementara yang menjadi tanggung jawab dari pemerintah kabupaten akan dikomunikasikan lebih lanjut. Tetapi pada dasarnya, desa mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung dan turut berkontribusi untuk memajukan desa wisata.

“Kami bersyukur bahwa masyarakat menyadari adanya kontribusi bukan hanya berbentuk angka-angka saja, swadaya tenaga pikiran dan bentuk lainnya sudah dapat diterima untuk kemajuan desa,” katanya.

Humas DPRD Jabar
Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Barat
Dr. Hj. Ida Wahida Hidayati, SE. ., M.Si

Berita Terkait