Berita Berita Utama

DPRD Jabar Dorong Pelayanan Panti Jompo

DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong dinas terkait untuk benahi UPTD Panti Jompo Tresna Werdha Garut


Rabu, 26 September 2018 10:27 WIB

Allan Karamy/HUM.JBR
Pantauan Komisi V DPRD Jabar Ke Panti Jompo Tresna Werdha Di Garut

DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong dinas terkait untuk mempercepat pembangunan dan pembenahan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Panti Jompo Tresna Werdha di Kabupaten Garut. Pasca terdampak banjir bandang pada 2016 lalu, Panti mendapatkan prioritas untuk ditata ulang.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Sahromi mengatakan, perubahan dari segi pelayanan dan penambahan anggaran untuk UPTD balai panti jompo lanjut usia Tresna Werdha. 30 rumah panti jompo memiliki satu pantry dua ruang pertemuan dan satu mesjid sebagai sarana ibadah.

“Ini bagian dari hikmah. Dengan adanya bencana banjir kemarin mempercepat dalam mendapatkan bantuan dari pemkab Garut dan dan Pemprov Jabar, “ ujar Sahromi di Balai Panti Jompo Tresna Werdha, Kabupaten Garut, Selasa (25/9/2018).

Dia menambahkan, panti Jompo ini salah satu UPTD yang terkena musibah banjir. Sehingga penghuninya terpaksa harus dipidahkan sementara ke Ciparay. Permasalahan saat ini yang sedang dihadapi ialah menelusuri penghuni yang mengalami pikun yang cukup parah. Untuk dikoordinasikan dengan pihak keluarga pun mengalami kesulitan. Selain itu dari sisi sdm, masih banyak prosi pegawai yang tidak sesuai dengan porsinya. Sehingga ini yang mendasari bagi komisi untuk mendorong  pihak eksekutif  agar dapat memberikan pembinaan lebih kepada pegawainya.

“masih banyak  pegawai yang tidak berada sesuai dengan proporsinya,” ucapnya.

Politisi Demokrat itu mengharapkan, dari semua panti dapat terbina dengan baik sehingga pelayanan kepada kliennya berjalan lebih efektif. Terlebih dengan adanya tenaga yang proporsional diharapkan dapat menignkatkan pelayanan terhadap penghuni panti dengan baik.

“Saya berharap ada peningkatan pelayanan yang didukung dinas terkait agar masyarakat juga merasakan dampak dari panti ini,”katanya.

Sementara, Koordinator satpel RSLU Garut Panti Tresna Wredha, Siti Herdiani Aks, Mps. SP mengharapkan agar aspirasi langsung direspon oleh pihak terkait. Bagaimana caranya untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat terhadap jasa panti jika pelayanannya tidak maksimal.

“Di satpel Garut, masih ada beberapa yang harus diperbaiki. Kalau ingin mencapai panti yang proporsional harus ada dukungan dan anggaran yang memadai,” tandasnya.

 


KATA KUNCI

BAGIKAN

BERI KOMENTAR