Slider Berita

Agenda Terbaru

Komisi V : Pelayanan Terbaik Harus Diberikan Terhadap Eks Gafatar

Oleh Sekretariat DPRD Jabar - Tanggal 27 Jan 2016 12:01 WIB
Rapat Kerja Di Komisi V DPRD Jabar dengan Dinsos Terkait Gafatar

DPRD Jabar mengapresiasi Dansos atas penampungan eks Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Pasalnya, pengikut dari Jabar terbilang cukup banyak bahkan diantaranya berprofesi sebagai dokter, dosen dan sebagainya. Artinya, paham tersebut tidak mengenal latar belakang pendidikan maupun gelar.

Ketua Komisi V DPRD Jabar, Syamsul Bahri mengatakan, penyelidikan asal muasal paham Gafatar harus tuntas. Hal itu dikhawatirkan berkaitan dengan paham sesat yang pernah menyebar sebelumnya seperti KW-9 pimpinan Ahmad Musyadek beberapa tahun lalu. Sehingga peran serta pemerintah dan masyarakat harus dapat bersama-sama menyelesaikan persoalan paham sesat tersebut.

“Yang kami khawatirkan, Gafatar ini sebagai pengembangan dari paham sebelumnya dengan kemasan yang baru,” ujar Syamsul di DPRD Jabar, Jalan Diponegoro no. 27, Kota Bandung, Rabu (27/01/2016)

Selain itu, kata dia, secara tidak sadar orang yang sudah terpengaruhi paham tertentu dan ideologinya sudah tertanam akan sulit untuk dikembalikan. Apalagi orientasinya tidak jelas apakah pahamnya keagamaan atau bernuansa politis. Persoalan ini harus dituntaskan dengan penanganan yang cepat dan tepat.

“Bagaimana kita harus memulihkan kondisinya dengan cara yang terbaik,” katanya.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung menambahkan, pelayanan hak dasar kepada eks Gafatar harus diberikan dengan baik. Terlebih korban eks Gafatar tersebut mengalami trauma yang mendalam dengan tidak bersedianya dipulangkan ke kampong halaman. Sehingga antisipasi solusinyapun harus dipersiapakan dengan matang.

“Kalaupun memang mereke (eks Gafatar) lebih bersedia untuk menjadi transmigran harus dijamin hak pendidikannya, kesehatannya dan hidup layaknya seperti masyrakat biasa,”ujar Yomanius.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Ida Wahida mengatakan, data sementara eks Gafatar yang berasal dari Jabar sebanyak 400 orang. Eks Gafatar yang di tamping di Dinsos Jabar sebnayak 192 orang saat ini ditampung di BP3AKB. Kami memperlakukannya dengan sopan. Lantaran sesuai dengan arahan dari gubernur yang tidak membeda-bedakan warga Jabar. Pembinaan mental dan pemulihan secara psikologis akan dilakukan untuk mengembalikan kondisi eks gafatar. Anggaran  yang digunakan untuk masa pemulihan 1,7 M hingga pemulangan pasca pemulihan. Selain itu, koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari DInsos, BP3AKB, unsure TNI dan Polri, Yansos, MUI Jabar, Disnakertrans, tenaga medis, RSJ Cisarua dan Kesbangpol dilibatkan selama dalam penanganan eks Gafatar.

Kepala Badan Kesbanglinmas, Agus Hanafi mengatakan, saat ini eks Gafatar masih belum dimintai keterangan apapun baik untuk kepentingan penyelidikan maupun penggalian informasi. Sebab, kondisinya masih trauma dengan penjemputan dari Kalimantan. Selain harus menannggung rasa malu, beberapa diantaranya masih menganggap adanya kebenaran berkaitan dengan faham Gafatar tersebut.

“Belum kami gali informasinya karena dikhawatirkan eks Gafatar merasa diinterogasi bukan dibina,” ujar Agus.

Dia mencontohkan, beberapa kasus faham beraliran sesat menimbulkan dampak psikologis dan sosiologis dilingkungan asal. Misalnya mantan pengiut aliran sesat yang enggan kembali ke rumahnya lantaran merasa was-was dapat diterima oleh masyarakat. Sehingga lebih memilih tinggal dikontrakan ketimbang dirumahnya.

“Daripada dia harus khawatir karena dicap negatif lebih baik mengontrak, hal inilah yang ditakutkan bagi mantan pengikut aliran sesat,”tandasnya.

 

Bagikan
Mutimedia
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
SAR 3.078 3.048 19 Jun 2014
SGD 9.226 9.133 19 Jun 2014
USD 11.544 11.430 19 Jun 2014
Sumber: Bank Indonesia
Prakiraan Cuaca
Nama Kota Kondisi Suhu Tanggal
Bandung Cerah 22°C 19 Jun 2014 13:00
Bekasi Berawan 26°C 19 Jun 2014 13:04
Bogor Hujan 23°C 19 Jun 2014 12:50
Cimahi Cerah 21°C 19 Jun 2014 13:01
Sukabumi Hujan 20°C 19 Jun 2014 12:50
Sumber: Openweathermap