Sekretariat DPRD Jabar Gelar Outbond Di Yogyakarta

Senin, 24 September 2018

Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan outbond untuk meningkatkan etos kerja di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar.

Sekretariat DPRD Jabar Gelar Outbond Di Yogyakarta
Budi Purnaman/HUM.JBR
Sesi Foto Bersama Karyawan Dan Karyawati Di Lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat Saat Di Lokasi Pemberangkatan Menuju Gungung Merapi Atau Dikenal Dengan Lava Tour

Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan outbond untuk meningkatkan etos kerja di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar. Perhelatan ynag diselenggarakan setiap tahun ini tak lain bertujuan untuk merefresh kondisi yang sudah penat dengan rutinitas pekerjaan agar kembali bersemangat. Kali ini outbond di gelar di Yogyakarta dengan dua tujuan outbond, yakni Kawasan Wisata gunung Merapi dan Gua Pindul di Gunung Kidul. Perjalananan outbond diawali dengan destinasi Kawasan Merapi atau yang di kenal dengan Lava Tour. 

Lava Tour

Siapa sih yang tak kenal  Merapi? Gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta ini bisa jadi merupakan gunung yang paling terkenal di Indonesia. Ini bukan soal pemandangannya ciamik atau treknya yang asyik, namun lebih karena statusnya yang sering galau alias berganti-ganti sehingga kerap muncul di televisi. Gunung yang terletak dalam satu garis lurus dengan Tugu Jogja, Kraton, dan Pantai Parangtritis ini menjadi gunung berapi paling aktif di Indonesia bahkan dunia. Nyaris setiap 4 tahun sekali Merapi erupsi dan memuntahkan material vulkanik yang meluluhlantakkan desa-desa di sekitarnya. Meski begitu, orang-orang tetap mencintainya dan kembali tinggal di lereng Merapi.

Setelah erupsi besar pada tahun 2010 lalu, kawasan Gunung Merapi sisi selatan rata diterjang lahar dan menyisakan lautan pasir yang luas. Tak mau terlalu lama larut dalam kesedihan, warga pun mengubah petaka menjadi berkah dengan cara menawarkan paket wisata bertajuk Lava Tour Merapi. Belajar dari warga Bromo yang mampu mendapatkan penghasilan dari mengantarkan tamu-tamu menyusuri kawasan Pasir Berbisik, warga Kaliurang pun menawarkan paket wisata menyusuri lautan pasir dan bebatuan sisa erupsi.

Wisatawan yang mengikuti Lava Tour Merapi akan diajak menyusuri kaki Merapi menggunakan jeep Willys buatan Amerika. Selain willys, ada juga kendaraan adventure lainnya yang tak kalah gagah. Rute yang ditempuh bermula dari Parkiran Tlogo Putri, Kalikuning, hingga bunker Kaliadem dan kembali lagi ke Kaliurang. Semakin jauh rute yang kamu pilih, semakin banyak tempat yang bisa kamu lihat. Bahkan jika memilih paket Long Trip kamu bisa mengunjungi makam Mbah Maridjan yang tersohor itu. Selama mengikuti paket wisata ini kamu juga akan diajak singgah ke berbagai tempat yang memiliki kisah menarik.

Kali ini, giliran rombongan dari Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat yang akan menjajal trek Lava Tour di Gunung yang dikunceni mendiang Mbah Marijan itu. Ada 50 mobil lebih untuk mengangkut rombongan Setwan ke jalur-jalur yang sudah ditentukan. Mesin sudah menderu-deru siap menggasak tanah yang  berbalut pasir dari muntahan vulkanis gunung merapi. Tidak lupa pemandu tour sebelumnya mengingatkan peserta tour untuk mengikuti saran para juru mudi mobil jeep.

Touring Menggunakan Jeep

Namanya saja Lava Tour Merapi, tentu saja aktivitas utama wisata ini adalah touring di Lereng Merapi menggunakan jeep terbuka. Di sepanjang jalan kamu bisa menyaksikan pemandangan yang beragam seperti perkampungan yang sudah rata dengan tanah, lautan pasir, hingga Merapi yang berdiri dengan megahnya. Semua hal ini mampu membuatmu berdecak ngeri ataupun kagum terhadap kebesaran Sang Pencipta. Petualanganmu kemudian akan dilanjutkan menyusuri hamparan pasir luas lengkap dengan batu-batu besar yang berserakan. Sebagai penutup perjalanan, kamu akan diajak melewati jalanan sempit dengan turunan curam dan berkelok. Pastikan kamu terus berpegangan supaya tidak terjungkal saat pengemudi Willys beraksi menginjak rem atau menarik gas secara mendadak.

Mengunjungi  Mini  Museum Sisa Hartaku

Sejenak mata terpejam membayangkan dahsyatnya peristiwa yang terjadi di malam itu. Waktu menunjukan tepat pukul 00.05 WIB, ditengah orang lain terlelap tidur dengan nyenyaknya. Di tempat yang menjadi  museum ini  justru harus mengalami hal yang pedih dari keganasan sang merapi.

Kuatkan hatimu saat menyaksikan mini museum ini. Di tempat ini kamu akan melihat saksi bisu letusan Merapi. Botol kaca yang meleleh, kerangka sepeda motor, peralatan dapur yang rusak dan berselimut abu, mesin jahit, tabung televise hingga hewan peliharaan yang hanya tersisa kerangkanya merupakan koleksi mini museum ini. Sebuah jam dinding yang berhenti di angka 00.05 menjadi penanda waktu terjadinya kisah pilu tersebut.

Mengunjungi Bunker Kaliadem

Kawasan Kaliadem merupakan pemberhentian utama dari tour ini. Sebelum terjadi erupsi, kawasan ini merupakan hutan yang cukup asri namun kini semua sudah rata dengan pasir. Di Kaliadem kamu bisa menyaksikan Merapi yang berdiri dengan gagah serta masuk ke sebuah bunker yang dibangun untuk menyelamatkan diri tatkala terjadi erupsi. Rombongan Setwan pun berebut ingin memasuki bunker yang hanya berukuran sekitar 4x4 itu.

Rombongan pun harus mengakhiri perlajalan lava tour. Pelajaran yang dapat dipetik sangat banyak tinggal menyisakan kenangan dan bayangan yang ternyata letusan itu benar-benar terjadi.  Tetapi perjalanan outbond belum berakhir di lava tour. Perjalanan dari kawasan Kaliurang dilanjutkan ke wilayah Wonosari, Gunung Kidul. Tak lain tujuan outbond di wilayah itu menyusuri Gua Pindul yang sarat dengan filosofi.

Cave Tubing Gua Pindul

Sesampainya di kawasan Gua Pindul, rombongan bukannya disambut selamat datang, malah disuguhi hidangan khas Gunung Kidul lengkap dengan nasi merahnya. Hmmm, memang sudah saatnya jam makan siang. Peserta cave tubing pun lahap menyantap masakan khas Gunung Pindul ini. Namun ada baiknya juga, lantaran akan menyusuri gua dengan aliran sungai.

Menyusuri sungai menggunakan perahu karet merupakan hal yang biasa, namun jika sungai itu mengalir di dalam gua tentu saja akan menjadi petualangan yang mengasyikkan sekaligus menegangkan. Gua Pindul, salah satu gua yang merupakan rangkaian dari 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Karangmojo, menawarkan sensasi petualangan tersebut. Selama kurang lebih 45 - 60 menit wisatawan akan diajak menyusuri sungai di gelapnya perut bumi sepanjang 300 m menggunakan ban pelampung. Petualangan yang memadukan aktivitas body rafting dan caving ini dikenal dengan istilah cave tubing.

Tidak diperlukan persiapan khusus untuk melakukan cave tubing di Gua Pindul. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah ban pelampung, life vest, serta head lamp yang semuanya sudah disediakan oleh pengelola. Aliran sungai yang sangat tenang menjadikan aktivitas ini aman dilakukan oleh siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Waktu terbaik untuk cave tubing di Gua Pindul adalah pagi hari sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB. Selain karena airnya tidak terlalu dingin, jika cuaca sedang cerah pada jam-jam tersebut akan muncul cahaya surga yang berasal dari sinar matahari yang menerobos masuk melewati celah besar di atap gua.

Sambil merasakan dinginnya air sungai yang membelai tubuh di tengah gua yang minim pencahayaan, seorang pemandu bercerita tentang asal-usul penamaan Gua Pindul. Menurut legenda yang dipercayai masyarakat dan dikisahkan turun temurun, nama Gua Pindul dan gua-gua lain yang ada di Bejiharjo tak bisa dipisahkan dari cerita pengembaraan Joko Singlulung mencari ayahnya. Setelah menjelajahi hutan lebat, gunung, dan sungai, Joko Singlulung pun memasuki gua-gua yang ada di Bejiharjo. Saat masuk ke salah satu gua mendadak Joko Singlulung terbentur batu, sehingga gua tersebut dinamakan Gua Pindul yang berasal dari kata pipi gebendul.

Selain menceritakan tentang legenda Gua Pindul, pemandu pun akan menjelaskan ornamen yang ditemui di sepanjang pengarungan. Di gua ini terdapat beberapa ornamen cantik seperti batu kristal, moonmilk, serta stalaktit dan stalagmit yang indah. Sebuah pilar raksasa yang terbentuk dari proses pertemuan stalaktit dan stalagmit yang usianya mencapai ribuan tahun menghadang di depan. Di beberapa bagian atap gua juga terdapat lukisan alami yang diciptakan oleh kelelawar penghuni gua. Di tengah gua terdapat satu tempat yang menyerupai kolam besar dan biasanya dijadikan tempat beristirahat sejenak sehingga wisatawan dapat berenang atau terjun dari ketinggian. Tatkala YogYES masih menikmati indahnya ornamen gua di sela bunyi kepak kelelawar dan kecipak air, mendadak pengarungan sudah sampai di mulut keluar gua. Bendungan Banyumoto yang dibangun sejak jaman Belanda dengan latar belakang perbukitan karst pun menyambut.

Tujuan dari Outbond Sekretariat DPRD Jabar

 Tujuan utama saat mengadakan outbound adalah untuk membentuk jika kepemimpinan (leadership). Dengan acara outdoor, games dan tantangan yang diberikan outbound, seseorang akan dibentuk kepemimpinannya. Hal itu sudah terkandung di dalamnya makna akan tanggung jawab, kepedulian, rasa setia kawan, saling bantu dan dukung, ilmu memimpin, problem solving dll. Leadhership tidak hanya perlu untuk pimpinan dan manajemen saja, semua anggota tim harus tahu dan terbentuk kepemimpinan dalam diri mereka. Hal itu dikemukakan Sekretaris DPRD Provinsi  Jawa Barat, Drs. Daud Achmad.

"Saya berharap kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan outbond ini bisa diterpakan dalam suasana kerja, sehingga kita bisa menghasilkan kinerja yang positif dan baik bagi sekretariat dprd provinsi jawa barat," ujar Daud disela acara puncak Silaturahmi Sekretariat DPRD Jabar, di Yogyakarta belum lama ini.

Dia menambahkan, semua karyawan di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar harus mengetahui bahwa semuanya adalah bagian dari tim. Yang karenanya, semua yang mereka lakukan sangat berpengaruh pada tim. Langsung ataupun tidak langsung. Apapun level mereka. Di dalam pelaksanaan outbound, tidak dibatasi mana karyawan, pimpinan dan manajemen. Semua lebur menjadi satu tim.

“Semuanya butuh kekompakan dalam menjalankan sebuah pekerjaan atau di kita (Setwan-red) harus saling bahu membahu,” tambahnya.

 

Demikian halnya dengan Kepala Sub Bagian Publikasi dan Indformasi, Ary Heryanto, S.STP., MM yang mengungkapkan, dalam rangka meningkatan Kinerja.  Adanya peningkatan kinerja yang karena itu besar harapannya ada peningkatan pelayanan terhadap pekerjaan yang dilakukan di masing-masing bagian. Ladhership dan tim building harus bermuara pada kerja yang semakin bagus, semakin cepat dengan hasil yang meningkat.

“Mengapresiasi kegiatan ini yang diharapkan dapat mempererat hubungan baik di lingkungan kantor dan dapat mengoptimalkan dalam kinerja,” ujar Ary.

Berkaitan dengan pengalaman outbond, lanjut Ary, yang dilakukan di dua tempat yakni Lava Taour Merapi dan Cave Tubing Gua Pindul kita dapat memetik hikmahnya bahwa manusia hanya bisa berencana tuhanlah yang menentukan. Semuanya dapat disimpulkan bahwa tidak ada yang dapat melampaui kekuasaan tuhan jika sudah berkehendak.

“Kita melihat dari peristiwa merapi ini banyak hal yang telah kita rencanakan tetapi tuhanlah yang menentukannya,” pungkasnya.

 

KATA KUNCI
BAGIKAN
BERI KOMENTAR

Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan outbond untuk meningkatkan etos kerja di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar.

Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan outbond untuk meningkatkan etos kerja di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar.

Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan outbond untuk meningkatkan etos kerja di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar.

Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan outbond untuk meningkatkan etos kerja di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar.

Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan outbond untuk meningkatkan etos kerja di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar.
Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan outbond untuk meningkatkan etos kerja di lingkungan Sekretariat DPRD Jabar.