MODEL PENDEKATAN DAKWAH DI NEGERI PAMAN SAM

Tanggal 20 Apr 2015 14:38 WIB
MODEL PENDEKATAN DAKWAH DI NEGERI PAMAN SAM

MODEL PENDEKATAN DAKWAH DI NEGERI PAMAN SAM

Disarikan dari Ceramah Ustadz Syamsi Ali, Imam Besar Masjid New York Asal Indonesia*)

 

 

   
 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. ﴾Al Hujuraat:13 ﴿

 

Ikhwatuliman Rohimakumulloh

Tiada ucapan yang paling tepat kecuali ucapan syukur Alhamdulillah (segala fuji bagi Alloh) atas karunia yang diberikan sampai saat ini. Kita masih diberikan kesehatan, kesempatan pun mudah-mudahan Alloh senantiasa memberikan hidayah (petunjuk) dan taufiq-Nya (bimbinganNya). Sholawat serta salam semoga tercurahlimpahkan kepada pimpinan besar kami (sayyidina) Muhammad SAW. Kepada keluarga, sahabat, tabiin, tabi’it tabiin sampai kepada kita umatnya di akhir jaman yang senantiasa menegakan ajaran Al-Islam.

Mengawali tulisan ini, marilah kita memohon kepada Alloh: Ya Alloh Engkaulah pemberi keselamatan, maka selamatkan atas kami pada hari kami dilahirkan, pada hari kami diwafatkan dan pada hari kami dibangkitkan. (Allohuma anta salam fasalamun ‘alaina yauma wulidna wayauma namuttu wayauma nab’atsu hayya. Aamiin) – doa diadaftasi dari Al-Qur’an Surat Maryam : 15)

Ikhwatuliman Rohimakumulloh

Stigma negative tentang Islam merupakan tantangan dalam dunia dakwah di negeri-negeri dengan  penduduk mayoritas non muslim sepertihalnya di negeri Paman Sam (Amerika). Informasi atau pengetahuan tentang Islam sangatlah minim diantara rata-rata penduduk Paman Sam.  Tidak heran jika penduduk Amerika masih memandang pemeluk Islam dengan penggambaran orang yang berada disamping unta dengan pedang terhunus, maksudnya umat Islam dipersepsikan sebagai manusia yang jauh dari peradaban atau tertinggal, lemah dari teknologi yang digambarkan dengan binatang unta, dan hanya menggunakan kekuatan fisik dalam mencapai satu tujuan dilambangkan dengan pedang. Lebih-lebih pasca tragedi 11 September dengan tumbangnya 2 menara kembar di Amerika. Para pendakwah Islam merasa pesimis akan perkembangan Islam di Amerika. Namun demikian kenyataan Alloh berkehendak lain, banyak hikmah dari kejadian tersebut, karena banyak orang penesaran dengan ajaran Islam, yang ujung-ujungnya tidak sedikit yang tertarik untuk mendalami Islam dan banyak diantaranya yang masuk untuk memeluk Islam.

Dengan kenyataan tersebut, maka sangat penting strategi  untuk membangkitkan dakwah Islam untuk kaum yang sangat awam serta kadung memiliki setigma yang kurang baik.

Dalam beberapa kesempatan Almukarom Ustadz Syamsi Ali, menghasilkan buah yang manis dari strategi dakwah yang beliau tampilkan.

  1. Katakanlah ketika Presiden George Bush, mengeluarkan statemen bahwa keadilah Tuhan senantiasa bersama Bangsa Amerika. Ini perlu klarifikasi, beliau berfikir bagaimana hal itu bisa disampaikan. Kesempatan pun datang, saat  dia dan pemuka agama lainnya diundang oleh Presiden Amerika. Pada kesempatan tersebut ada hal yang menggelitik. Sosok Imam besar, yang kita bayangkan adalah sosok manusia dengan ciri fisik, memakai jubah/gamis/baju kebesaran agama, jenggot panjang penuh wibawa sehingga orang segan mendekatinya terutama dari kalangan non muslim. Sebaliknya sosok ustadz ini sangatlah bersahaja, pakaian yang digunakan adalah baju koko plus kopiah sehingga orang  terkesan dia adalah orang kebanyakan dan tidak sungkan untuk mengenal dia. Begitupun Bush ketika melihat beliau,  Presiden berkata, “Ini anak siapa?” tentu Ustadz sempat terkekeh. Akhirnya tiba juga kesempatan berjabatan tangan dengan Mr Presiden. Tentu sang Imam tidak hanya cukup bersalaman ada misi yang harus disampaikan, apa yang disampaikan kepada Preseiden? Intinya : Mr Presiden ketahuilah bahwa Tuhan sangat adil bagi seluruh manusia di dunia dan bla-bla lainnya. Sehingga dari peristiwa tersebut, Mr. Presiden tidak pernah lagi kedengaran mengeluarkan statemen keadilah Tuhan senantiasa bersama Bangsa Amerika“
  2. Pada kesempatan lain, Imam kita ini juga pernah mendengar dari pengusaha terkenal Donald Trump, pengusaha dengan asset yang luar biasa. Dalam suatu kesempatan ada yang menayakan permasalahan terkait orang muslim yang dijawab oleh sang pengusaha: “Muslem is Problem” intinya orang muslim itu pembuat masalah. Tentu Imam kita ini sangat ingin melakukan diskusi dengan yang bersangkutan terkait pernyataannya. Dimintalah seseorang untuk memediasi pertemuan, dan kesempatan itu datang, pada pertemuan ini pun ada yang menggelitik. Ketika imam ini sampai di tempat Donald Trum tentu dengan diantar koleganya yang memediasi, dengan senyum khas ia bertemu pengusaha tersebut. Bisa jadi Donald juga berpikir sama dengan kita, bahwa pemimpin agama itu tampilannya luar biasa. Singkatnya Sang pengusah merasa terperanjat, secara spontan dia menyampaikan, bahwa baru pertama kali ia bertemu dengan seorang muslim dengan  senyuman  penuh kekeluargaan, yang ia lihat disetiap tayangan TV, wajah muslim itu tidak bersahabat, sulit tersenyum dsb. Sehingga dengan hal tersebut sang imam menyampaikan, Mr. pengusaha, rasanya tidak adil bahwa saudara melihat tayangan TV lalu menggeneralisir kami yang jumlahnya lebih dari 1,6 milyar, seperti halnya kami melihat anda tampil di televisi, maka sayapun tidak berhak untuk menggeneralisasinya terkait perbuatan saudara. Maka dari pertemuan tersebut, pernyataan  “Muslem is Problem” tidak lagi muncul setidaknya dari mulut pengusaha tersebut.
  3. Tak kalah menarik, ketika ada seseorang yang ingin berkunjung kepada imam kita ini  yang ingin mengenal islam lebih dekat. Singkatnya pertemuan itu terjadi di Mesjid, benar saja seseorang lelaki dengan badan tegap tinggi besar menggunakan beju kebesaran agama budha datang menghampiri. Imam kita berpikir ini kelihatannya biksu dari agama Budha. Dan setelah ditanyakan, bahwa ia bukanlah biksu, yang ia pikirkan ketika akan bertemu dengan pemuka agama, maka pakaian menyesuaikan. Sang tamu bercerita, bahwa ketika dia menghadapi masalah, segeralah ia masuk ke kamar, lalu kunci, lakukan semedi beberapa waktu, setelah pikiran tenang, baru ia keluar. Namun setelah ia keluar kenyataan masalah itu datang kembali, untuk itu kami mencari tahu siapakah yang bisa memberikan ketenangan setiap waktu. Maka dari kolegaku aku ditunjukan untuk menemui Bapak. Singkatnya ketika memperoleh penjelasan, beberapa kali sang tamu memotong dengan pertanyaan, “apakah saya dapat masuk islam?” setelah tiga kali menyampaikan pertanyaan tersebut baru Imam kita merespon kenapa memang? Jawabannya sangat mengejutkan. “I’m a gay” saya adalah gay alias waria, sejenak Imam kita ini termenung, kalau saya katakan itu adalah kaum nabi nuh yang di adzb Alloh dan tidak dibenarkan dalam Islam. Tentu sang Tamu akan meninggalkan dan misi dakwah tak sampai. Lalu Imam kita bertanya kapan perubahan dalam diri anda terjadi, tamu menjawab Saya berubah ketika menekuni dunia fashion, disorentiasi itu tumbuh. Lalu tanggapan Imam, kalau begitu andapun masih bisa berubah (untuk menjadi lelaki normal), Konsekwensi masuk islam juga memerlukan perubahan. Apakah Anda siap untuk berubah kembali? Sang Tamu termenung beberapa saat, yang akhirnya ia menjawab. Saya siap berubah.

Singkat cerita setelah setahun tidak bertemu dengan sang tamu, imam kita  memperoleh telepon dari yang bersangkutan. Bahwa setelah sekian lama melakukan perubahan, ia akan melangsungkan perikahan dengan orang Maroko, ia memperoleh jodoh muslim darim Meroko lewat internet.

  1. Hal yang menggembirakan terjadi saat kepemimpinan Barak Obama saat ini, rasanya baru pertama kali seorang Mr. Presiden dari Amerika saat menyampaikan pidato pertama kali menyebutkan, antara lain Amerika merupakan Negaranya  orang Kristen dan Mulim selanjutnya disebutkan agama lainnya, meski penyebutan pada urutan kedua, ini merupakan kemajuan yang berarti. Pada jajaran penasihat persidenpun saat ini ada orang muslim. Pada struktur pemerintahan telah  ada/terpilih  seorang gubernur muslim dengan wakil dari Yahudi. Imam kita ini berpikir, bagaimana dia  bisa terpilih, sementara penduduk yang memilihnya kebanyakan penduduk Yahudi, ah mungkin dia memiliki pemikiran Yahudi (menggunakan milah orang-orang Yahudi) namun kenyataan setelah Imam kita ini bertemu dan berdiskusi dengan Mr. Gubernur, Imam kita ini merasa takjub, karena sebagai gubernur muslim,  ia melihat komitmen yang kuat dari Gubernur untuk memajukan Islam.

Sungguh merupakan paparan yang menarik, dan kita bisa mengambil pelajaran:

  1. Dalam menyampaikan misi dakwah, dengan strategi yang baik maka tujuan dakwah akan tercapai secara maksimal, hal kecil seperti sapa, senyum, salam persahabatan merupakan salah satu strategi ampuh dalam menyampaikan misi dakwah Islam.
  2. Sesungguhnya kitapun  bisa mengambil pelajaran dari sejarah masuknya Islam ke Nusantara bahwa para waliulloh yang dikenal dengan sebutan wali sanga dengan sangat sukses menyebarkan ajaran Islam kepada penduduk Indonesia, yang sebelumnya tidak mengenal sama sekali ajaran Islam. Namun dengan strategi dakwah yang baik  dari para wali, kita dapat menyaksikan serta merasakan nikmatnya Iman Islam di Nusantara ini. Namun yang lebih penting dari itu bagaimana kita bisa melestarikan misi dakwah untuk sampai pada ajaran Islam yang paripurna sesuai al-Qur’an dan Assunah. Ini tantangan kita untuk menyampaikan secara baik.
  3. Sebagian Penduduk Paman Sam atau Negara non muslim lainnya membenci Islam boleh jadi karena ketidaktahuan mereka akan ajaran Islam yang mulia, maka tugas para da’i khususnya yang diberikan kesempatan Alloh untuk memberi tahun kepada mereka, untuk menyampaikan misi dakwah dengan strategi yang bisa diterima oleh mereka. Mudah-mudahan Alloh memberikan hidayahnya. Dalam berbagai kesempatan Ustadz Syamsi  sering mengungkapkan “Amerika bukan musuh, tapi Amerika adalah lahan subur untuk Islam”. Sebagaimana dikutif Achyar Hanif.
  4. Demikian kitapun bisa mengambil pelajaran untuk dakwah di dalam negeri, jangan sampai apa yang kita sampaikan justru ironis karena nyatanya jemaah merasa “terusir”,  dalam arti mereka segan untuk datang kembali untuk belajar Islam bersama-sama. Sekali lagi ini adalah hanya persoalan strategi penyampaian.

Ajaklah (manusia) kejalan Alloh dengan hikmah dan pelajaran yang baik (hasanah) dan (apabila) perlu berdebat, berdebatlah dengan cara yang baik pula.

*) Ceramah dihadapan Para pemuka Ormas Islam Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat serta para pejabat eselon II, III dan IV Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada hari minggu, 19 April 2015 kl pkl 05.00 (ba’da shalat Shubuh) di Mesjid Al-Mutaqin komplek Kantor Pemprov Jabar

Indonesia harus bangga memiliki Syamsi Ali, imam asal Bulukumba yang menjadi jurubicara Muslim di Amerika Serikat. Ia adalah penyiar Islam di negara adidaya yang sekarang sedang berperang melawan terorisme, yang celakanya sering dikait-kaitkan dengan Islam.

Syiar Islam dan dakwah Ustadz Syamsi Ali (40), tidak terbatas kepada jemaah warga Indonesia saja, melainkan juga Muslim Amerika. Khususnya di New York dan Washington DC.

Selain sebagai imam pada Islamic Center, masjid terbesar di New York, Syamsi Ali juga dipercaya menjadi Direktur Jamaica Muslim Center, sebuah yayasan dan masjid di kawasan timur New York yang dikelola komunitas Muslim asal Asia Selatan, seperti Bangladesh, Pakistan dan India.

Bagikan