TIADA YANG ABADI DI DUNIA INI KECUALI PERUBAHAN (BENARKAH?)

Tanggal 06 Feb 2015 10:06 WIB

TIADA YANG ABADI DI DUNIA INI KECUALI PERUBAHAN (BENARKAH?)

 

kullu man 'alayhaa faanin

 wayabqaa wajhu rabbika dzuu aljalaali waal-ikraami

[QS 55 Arrohman :26] Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

[55:27] Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

 
 

 

Ikhwatuliman Rohimakumulloh

Tiada ucapan yang paling tepat kecuali ucapan syukur Alhamdulillah (segala fuji bagi Alloh) atas karunia yang diberikan sampai saat ini. Kita masih diberikan kesehatan, kesempatan pun mudah-mudahan Alloh senantiasa memberikan hidayah (petunjuk) dan taufiq-Nya (bimbinganNya). Sholawat serta salam semoga tercurahlimpahkan kepada pimpinan besar kami (sayyidina) Muhammad SAW. Kepada keluarga, sahabat, tabiin, tabi’it tabiin sampai kepada kita umatnya di akhir jaman yang senantiasa menegakan ajaran Al-Islam.

 

Dalam beberapa kesempatan kita (saya, bapak, ibu) pernah menyampaikan atau mendengar kalimat TIADA YANG ABADI DI DUNIA INI KECUALI PERUBAHAN

Biasanya ini di sampaikan oleh para pembicara di seminar motivasi, atau untuk memotivasi bawahan. Hipotesis ini perlu dibuktikan, saya sengaja menyebut hipotesis (hipo= sementara, thesis = dugaan), jadi kalimat tersebut baru berupa dugaan yang sangat perlu dibuktikan kebenarannya.

Baik, ada beberapa pendekatan untuk mengurai kalimat TIADA YANG ABADI DI DUNIA INI KECUALI PERUBAHAN.

  •  

Dari kalimat tersebut terkandung kalimat/kata abadi, Abadi merupakan turunan dari kata abadan (bahasa arab) yang artinya selamanya/ abadi

 

Sebagai pengetahuan beberapa zharaf zaman (klasifikasi waktu) yang paling penting ialah; sejam (sâ’ah), hari (yaum), seminggu (usbû’), sebulan (syahr), setahun (sanatan), pagi-pagi (shabahan), zhuhur, malam (lailan), besok (ghadan), sebentar (lahzhah), sejenak (burhatan), selama, waktu (muddatan), sore hari (masaa`an), ketika (hiina), setelah, tengah (itsnaa), selamanya/ abadi (Abadan), waktu kosong, sebelum (qabla), selama (khilaali), tengah (jauf). (https://kajianfahmilquranhfd.wordpress.com/2013/12/08/nahwu-3-part-1-isim-manshub)

 

Mari kita uji kalimat tersebut TIADA YANG ABADI DI DUNIA INI KECUALI PERUBAHAN, mafhum mukholafahnya adalah perubahan merupakan hal yang abadi di dunia

Pertama jika kita menyatakan TIADA YANG ABADI DI DUNIA INI, pernyataan ini sangat betul karena karakter dunia ini sifatnya fana atau sementara ada batas waktunya, namun akan menjadi masalah jika ditambah kalimat KECUALI PERUBAHAN.

Dari sudut kalimat sendiri menjadi rancusatu sisidunia ini sifatnya sementara tapi didalamnya ada yang abadi yaitu perubahan (tidak masuk akal), seperti kita menyatakan“tiada yang abadi pada hari Selasa 10 Pebruari 2015 kecuali perubahan” pernyataan ini ganjil karena hari Selasanya sendiriwaktunya terbatas kurang lebih 24 jam sementara kita katakana ada yang abadi didalamnya.

Kesimpulannya dari sudut kalimat saja hipotesis TIADA YANG ABADI DI DUNIA INI KECUALI PERUBAHAN gugur, tidak ada dasar

  •  

Selanjutnya mari kita uji secara empiris atau keadaannya:

Contoh tentang diri (saya, bapak, ibu) saya lahir katakanlah 40 taun yang lalu, terus berubah menjadi kanak-kanak, terus berubah menjadi remaja, berubah menjadi dewasa, terus berubah menjadi orang tua akhirnya berubah jadi mati. Artinya perubahan di dunia bagi diri saya terputus dengan kematian, adapun ruh tidak lagi di alam dunia tapi dia sudah pindah ke alam barzah/kubur. (jaditerbukti perubahan ada batasnya).

Kalau(saya, bapa, ibu) masih bertahan dengan pendapat awal, ada pa yang abadi, katakanlah Negara Indonesia, mari kita buktikan

Indonesia merdeka tahun 1945, dilihat dari sudut pemerintahan diawal dipimpin oleh Presiden Soekarno (orde lama), berikutnya berubah dipimpin oleh Bapak Soeharto (orde Baru), selanjutnya berubah lagi dipimpin oleh Pa Habibi, Pa Gusdur, Bu Mega, Pa SBY, Pa Jokowi (pasca reformasi), pertanyaannya apakah dijamin Indonesia ini ada sampai akhir dunia? Jikapun Ya perubahan Indonesia batasnya sampai kiamat. Jika tidak misalnya umurnya 300 tahun lagi (Wallohu’alam bisawab) sebatas itu perubahan Indonesia. Jadi kesimpulannya sesungguhnya tidak ada perubahan yang abadi semua ada akhirnya. Maksimal terhenti sampai dunia ini kiamat. Adapun alam setelah kematian serta alam akhirat sudah beda lagi dimensinya. Bukan lagi dunia.

 

Dan yang sesunggunya abadi adalah kehidupan akhirat kelak seperti karakter surga dan Neraka, alam ini abadi yaitu ada awal namun tidak ada akhir.

 

Kesimpulannya hipotesis TIADA YANG ABADI DI DUNIA INI KECUALI PERUBAHAN, berdasarkan kajian logika empiris gugur.

 

Lalu apa pengajaran Alloh terhadap hal tersebut? Lihat Al-Qur’an Surat Arrohman ayat 26-27

kullu man 'alayhaa faanin - wayabqaa wajhu rabbika dzuu aljalaali waal-ikraami

[55:26] Semua yang ada di bumi itu akan binasa - [55:27] Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

 

Jadi jelas secara gamblang Alloh menyatakan bahwa Semua yang ada di bumi itu akan binasa tidak terkecuali yang namanya perubahan, iapun seperti dipaparkan dimuka akan ada akhirnya. Yang sesungguhnya kekal adalah Alloh. “Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”

 

Kalaubegituungkapan yang tepat berdasarkan Al-Qur’an adalah TIADA YANG ABADI DI DUNIA INI KECUALI DZAT ALLOH YANG MAHA KEKAL, DIA ZAT YANG TIDAK BERAWAL DAN TIDAK BERAKHIR. MANUSIA AKAN MERASAKAN KEKAL TAPI TIDAK DIDUNIA INI, MANUSIA AKAN KEKAL DI AKHIRAT BAIK IA BERADA DI NERAKA ATAU DI SURGA.

 

Untuk itu marilah kita berdoa semoga kita memperoleh kekekalan di akhirat nanti, dengan kehidupan kekal di surga bukan di neraka (naudzubillahimindzalik). Semoga ini jadi bahan renungan bagi saya, bapak dan ibu. Prsd.

Bagikan