DPRD Jabar Dorong Tingkatkan Kualitas Kopi Jabar Berteknologi Modern

Tanggal 29 Mar 2018 08:06 WIB

Ketua Komisi I DPRD Jabar H.Syahrir,SE, yang turut dalam delegasi kunker bersama Gubernur Jabar, menyatakan kopi Jabar sangat diakui kualitasnya hingga ke mancanegara. Karena itu, untuk pengembangannya diperlukan penerapan teknologi yang modern untuk lebih meningkatkan kualitas kopi Jabar.

“DPRD Jabar terus mendorong Pemprov Jabar agar tetap bisa memberi peluang bagi petani kopi di Jabar yang lahan memang cocok dan memungkinkan untuk ditanami kopi,” kata Syahrir melalui pesan singkat yang diterima media Humas DPRD Jabar, Rabu (28/3/2018).

Syahrir menegaskan, untuk mendongkrak petani kopi khususnya, DPRD meminta Pempov Jabar untuk terus membantu serta membimbing petani yang disertai pengembangan teknologi mulai dari penanaman hingga bibit kopi lebih berkualitas.

“Hingga hasil  produk kopi ke depan lebih bagus lagi danbisa bersaing di pasar internasional. Baik dari jenis dan kualitas kopinya dan tentu kemasannya dan ketersiadaan produk. Ini akan sangat menunjang perekonian masyarakat Jabar,” terangnya.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, positif menanggapi peluang pameran dan bisnis Kopi Jabar di Swedia. Hal ini diungkapkannya usai menerima informasi dari Dubes LBBP RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro, mengenai The Colour of Indonesia 14 Mei 2018 yang digelar oleh KBRI Swedia di Stockholm. Dalam pameran tersebut rencananya kopi asal Indonesia, terutama kopi Jabar akan diperkenalkan secara luas. Hal ini merupakan kesempatan yang bagus karena sebagian besar warga Swedia menghabiskan delapan hingga 10 gelas kopi per hari. Aher menyebut bahwa hal itu sebagai peluang untuk kerja sama antara Jabar dan Skane Region. Selain acara promosi kopi, festival tersebut menggelar event promosi seni budaya Indonesia, pariwisata, dan perdagangan.

Kaitannya dengan kopi, Jabar memiliki banyak perajin kopi yang sudah terbiasa mengikuti event besar.

“Mereka bisa datang, dan kita akan kirim ahli racik kopi Jabar yang sudah bersertifikat yang dikeluarkan Amerika Serikat pada event 14 Mei 2018 nanti,” papar Aher.

Peracik kopi yang akan didatangkan paham betul tentang kopi sekaligus memiliki akses langsung dengan pemilik kebun kopi, bahkan mereka memiliki kebun kopi sendiri. Dengan begitu, para pecinta kopi di Swedia akan mendapatkan penjelasan tentang keseluruhan kopi Jabar.

“Di Jawa Barat tengah hangat-hangatnya kopi. Sebab selain mampu mendatangkan keuntungan secara ekonomi, di sisi lain berguna untuk kepentingan konservasi lingkungan,” jelas Aher.

Dubes LBBP RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro, menambahkan The Colour of Indonesia 14 Mei 2018 di Stockholm bertepatan dengan gelaran FIKA atau tradisi minum kopi di Swedia.

“Bulan depan kita akan terus gebyarkan di sini. Tahun lalu sempat dilakukan dan mendapat tanggapan positif dari mereka,” jelas Bagas seraya berujar acara ini sangat baik untuk menarik calon wisatawan asal Swedia untuk berlibur ke Indonesia.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook