DPRD Jabar Dorong Pemprov Jabar Kelola Sampah Berteknologi Tinggi

Tanggal 29 Mar 2018 07:50 WIB

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) bersama Ketua Komisi I DPRD Jabar H.Syahrir,SE, dan sejumlah delegasi lainnya berkunjung ke perusahaan pengelolaan sampah Sysav, di Malmo, Skane Region, Swedia, Senin 26 Maret 2018. Perusahaan ini memiliki dua anak perusahaan, yakni Sysav Industri AB dan Sysav Utveckling AB. Sysav AB menangani limbah industri dan komersial serta limbah rumah tangga yang mudah terbakar.

Ketua Komisi I DPRD Jabar H.Syahrir,SE, yang turut dalam delegasi kunker ke Swedia, menyatakan DPRD terus mendorong Pemprov Jabar untuk mengatasi persoalan sampah. Pasalnya, ribuan ton sampah setiap harinya hanya berujung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saja dan belum optimal dalam pengelolaannya.

“Kita harapkan soal sampah ini nanti bisa dikelola secara ramah lingkungan, sehingga masyarakat di sekitar TPA tidak terdampak penyakit yang berasal dari limbah sampah,” kata Syahrir melalui pesan singkat yang diterima media Humas DPRD Jabar, Selasa (27/3/2018).

Sementara itu, Aher menyebutkan, limbah itu berasal dari kota dan daerah diluar kotamadya pemilik Sysav. Sedangkan Sysav Utveckling AB, Sysav Research & Development AB membiayai dan menjalankan proyek untuk mengembangkan dan meningkatkan metode dan teknologi yang ada dan baru di bidang pengelolaan limbah.

“Kita masih dalam tahap pembicaraan, dan ini penjajakan. Kalau teknologi yang digunakan di Sysav ini diterapkan di Jawa Barat bisa saja, tapi memang mahal,” kata Aher di sela kunjungannya.

Kendati begitu, lanjut dia, di Jawa Barat banyak orang-orang cerdas bahkan mampu menjadikan  sesuatu hal yang bermanfaat bagi masyarakat, tak terkecuali untuk menguasai teknologi pengolahan sampah layaknya di Sysav tersebut. Teknologi pengelolaan sampah di Sysav sejatinya bisa diterapkan di Jawa Barat. Sehingga dapat meminimalisasi dampak limbah sampah.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jabar Eddy Nasution mengatakan bahwa teknologi pengelolaan sampah itu memang mahal. Namun kata dia, hasilnya cukup positif. Kendati begitu, Edi menyebut bahwa pola hidup dan budaya membuang sampah masyarakat di Jabar pun perlahan harus diarahkan.

“Orang kita ini kan cenderung membuang sampah ke lokasi terdekat. Jarang yang mau menenteng sampah hingga ke tempat sampah,” kata dia.

Jadi, kata Edi, memang penting juga disediakan tempat sampah tak jauh dari rumah atau tempat beraktivitas. Dengan begitu, tidak ada lagi membuang sampah sembarangan.

Meski demikian Edi mengaku bahwa di sini (Malmo) dan Jawa Barat berbeda, selain kesadaran masyarakat, curah hujan di Jabar pun tinggi. Alhasil, sampah dengan cepat berpindah dari lokasi satu ke lokasi lainnya, bahkan mampet di selokan, atau tidak bisa dimanfaatkan untuk material pada pengelolaan sampah seperti di Sysav yang menghasilkan energi listrik dan lainya.

“Seharusnya saat membeli sesuatu yang nantinya menyisakan sampah, di kepala kita sudah harus ada pemikiran akan dikemanakan sampahnya,” jelas Edi.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook