Kebocoran Soal dan Jawaban USBN, Komsi V Dukung Dibentuknya Tim Investigasi

Tanggal 27 Mar 2018 12:20 WIB
Rapat Komisi V DPRD Jabar dengan Disdik Jabar Kebocoran Soal USBN dan UNBK

Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mendukung dibentuknya tim investigasi sebagai salah upaya penyelesaian dugaan bocornya soal dan kunci jawaban USBN Tingkat SMA/SMK di beberapa wilayah Jawa Barat.

"Komisi lima merekomendasikan membentuk tim terkait indikasi adanya kebocoran soal USBN, untuk mencari sebenernya indikasi kebocoran itu kemudian tim melakukan langkah langkah dengan waktu satu minggu apasaja yg harus di invesitigasi yg memungkinkan terindikasi terjadinya kebocoran" ucap Ketua Komis V DPRD Provinsi Jawa Barat Syamsul Bachri

Syamsul menambahkan, setelah dibentuknya tim investigasi dan terbukti ditemukan pelanggaran yang bersifat administratif maka langkah yang akan ditempuh berupa tindakan pemberian rekomendasi perubahan regulasi.

"Tim investigasi dibuat untuk melakukan langkah-langkah mencari dimana sesungguhnya langkah terjadinya kebocoran soal usbn itu, ketika ada unsur kriminal tim harus membuat rekomendasi yg diteruskan kepada penegak hukum" ujar Syamsul.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi menjelaskan tim investigasi diketuai oleh Kepala Cabang Dinas dan beranggotakan unsur Dewan Pendidikan, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), dan beberapa unsur pendidikan lainnya.

"Untuk sementara mungkin kami fokus di kota Bandung, dan tim ini diberi waktu satu pekan, kita ingin memperjelas berkenaan dengan isu kebocoran USBN" jelas Hadadi.

Ia pun mengungkapkan, memang sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan secara resmi terkait adanya dugaan kebocoran soal dan jawaban USBN Tingkat SMA/SMK.

"Secara resmi belum ada laporan dimana saja sejauh ini baru hanya di Kota Bandung saja, ini makanya kami akan menurunkan tim untuk mengungkap lebih detail supaya kedepan tidak akan terulang lagi" jelasnya.

Lebih lanjut Ia menghimbau, perlu adanya tindakan antisipatif sebagai salah satu upaya pencegahan potensi kembali terjadinya permasalahan ini.

"Dugaan-dugaan ini perlu di dalami siapa yg akan mendalami tim investigasi itu" pungkasnya.

Tim investigasi diputuskan setelah Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat lakukan rapat dengar pendapat dengan beberapa unsur pendidikan terkait.

Adapun unsur pendidikan terkait melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewan Pendidikan, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI).

Sebelumnya beredar informasi bocornya soal dan jawaban USBN Tingkat SMA/SMK yang beredar di kalangan pelajar di Jawa Barat. Diduga soal dan jawaban tersebut disebar melalui media sosial.

 

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook