Yunandar: Perlu Kolaborasi dari Hulu ke Hilir untuk Kembangkan Industri Kopi

Tanggal 06 Nov 2017 10:00 WIB
Yunandar E. Perwira sampaikan sambutan di WJCF

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Yunandar Eka Perwira saat menghadiri West Java Coffe Festival (WJCF)  yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (3/4) dalam sambutannya mengatakan saatnya kita memandang kopi bukan hanya sebagai bagian dari gaya hidup saja, namun harus mulai memandang kopi sebagai sebuah industri perkebunan yang potensial di Jawa Barat.

Menurut Yunandar, sebagai penghasil kopi nomor empat di dunia, Indonesia dalam hal ini Jawa Barat memiliki keuntungan karena memiliki lahan yang terbaik dan cocok untuk perkebunan kopi akibat banyaknya gunung vulkanik yang berpengaruh terhadap kesuburan lahan.

“Karena itu kita harus berkolaborasi dengan lebih baik mulai dari hulu ke hilir untuk mengembangkan industri kopi ini.”

Lebih lanjut dikatakan Yunandar saat ini kita dihadapkan pada permintaan pasar (demand) yang meningkat namun dari segi supply kita masih kekurangan. Inilah yang harus ditangani khususnya oleh Pemprov Jabar tentunya bersama-sama dengan masyarakat penghasil kopi.

“Kita jangan berpuas dengan kondisi sekarang, harus terus berusaha agar Jawa Barat menjadi provinsi penghasil kopi nomor satu di dunia.”

Pengembangan tidak hanya pada kopi arabika saja, namun kopi robusta juga perlu dikembangkan karena kedua jenis kopi tersebut bisa tumbuh di Jawa Barat.

Yunandar yang mengikuti perkembangan industri kopi di Jawa Barat, juga mengapresiasi penyelengaraan festival kopi ini yang menurutnya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada kesempatan yang sama, senada dengan apa yang disampaikan Yunandar, Asisten III Pemprov Jabar, M. Solihain saat membuka serta membacakan sambutan gubernur mengatakan perubahan gaya hidup masyarakat telah mendorong kinerja industri pengolahan kopi dalam negeri mengalami peningkatan signifikan sehingga perlu di dukung oleh pengembangan mulai dari hulu ke hilir.

“Pengembangan nilai tambah kopi serta penyediaan kualitas kopi yang konsisten perlu terus dilakukan,” demikian menurut Solihin.

Sebagaimana diketahui pada tahun 2016, luas perkebunan kopi di Jawa Barat adalah 33.889 Ha dengan produksi sebanyak 17.683 ton. Secara umum kualitas kopi Jawa Barat baik robusta maupun arabika tergolong mempunyai citarasa yang unik dan khas. Sejak 2013 kopi Jawa Barat sudah mulai diekspor meskipun belum bisa dikatakan banyak.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 15 Des 2017
BND 9.226 9.133 15 Des 2017
CAD 10.582 10.472 15 Des 2017
CNH 1.948 1.948 15 Des 2017
CNY 1.872 1.854 15 Des 2017
SAR 3.078 3.048 15 Des 2017
SGD 9.226 9.133 15 Des 2017
USD 11.544 11.430 15 Des 2017
Sumber: Bank Indonesia