Pimpinan DPRD Menerima Kunjungan Dubes Singapura

Tanggal 06 Oct 2017 11:24 WIB
Kunjungan Dubes Singapura ke DPRD Jabar

Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat, Haris Yuliana dan Abdul Harris Bobihoe beserta Ketua Komisi I, Syahrier didampingi Sekretaris DPRD,  Daud Achmad menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar (5/10) di ruang kerja Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat.

Duta Besar Singapura yang berkunjungan ke DPRD Provinsi Jawa Barat yang berkunjung ke DPRD Jabar untuk yang ketigakalinya ini kembali berbicara mengenai kerjsama antara Pemprov Jabar dan Pemerintah Singapura yang perlu untuk ditingkatkan lagi.

Pada kunjungannya kali ini, Anil Kumar mendapatkan penjelasan mengenai kondisi Jabar terkini termasuk situasi ekonomi  dari Wakil Ketua Haris Yuliana dan Abdul Harris Bobihoe.

“ Kondisi perekonomian di Jawa Barat relatif baik, bahkan pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata nasional,” jelas Haris Yuliana.

Menganggapi pertanyaan mengenai turunnya daya beli masyarakat, Haris mengatakan di Jawa Barat hal tersebut tidak begitu  signifikan. Memang menurut Haris,  ada yang mengalami penurunan namun di sisi lain juga ada kenaikan.

Sementara itu terkait prioritas pembangunan di Jawa Barat  saat ini , sebagimana yang ditanyakan oleh Dubes Singapura, Bobihoe menjelaskan saat ini prioritas pembangunan di Jawa Barat adalah infrastruktur selain ekonomi dan pendidikan.

“Kita sedang menyelesaikan pembangunan BIJB di Majalengka, Insya Allah tahun 2018  sudah bisa digunakan. “

Meskipun menurut Haris menambahkan , baru-baru ini DPRD Provinsi Jawa Barat mendapatkan kabar pemerintah pusat membatalkan bantuan senilai Rp. 350 milyar  sebagaimana yang dijanjikan.

“Tapi kami akan berusaha hal tersebut tidak mengganggu penyelesaian bandara BIJB,” tegas Haris.

Jawa Barat sendiri saat ini memang sedang membutuhkan penambahan panjang jalan, termasuk jalan tol, pengaktifan jalur kereta api sehingga diharapkan dengan memadainya sarana infrastruktur perhubungan akan memperlancar arus barang.

Menanggapi hal ini, Anil menambahkan bahwa memang persoalan konektivitas atau                               ” keterhubungan” ini sangat penting termasuk bagi sektor pariwisata.

“ Pariwisata itu sebenarnya tidak rumit yang penting ada connectivity.”

Pada kesempatan yang sama Ketua Komisi I, Syahrier mengharapan untuk semakin mempererat hubungan kedua pemerintah mengharapkan adanya kerjasama MoU seperti beberapa kerjasama “Sister City” yang sudah dilekaukan Pemprov Jabar dengan beberapa negaa bagian di Tiongkok dan Rusia, Jepang, Maroko dan negara lainnya.

Menanggapi hal tersebut Anil mengatakan terkait kerjasama  investasi yang dilakukan negaranya yang menjadi perhatian adalah masalah regulasi upah minimum serta buruh yang tidak militan.

“Itu yang menjadi faktor penting bagi kami.”

 

 

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 15 Des 2017
BND 9.226 9.133 15 Des 2017
CAD 10.582 10.472 15 Des 2017
CNH 1.948 1.948 15 Des 2017
CNY 1.872 1.854 15 Des 2017
SAR 3.078 3.048 15 Des 2017
SGD 9.226 9.133 15 Des 2017
USD 11.544 11.430 15 Des 2017
Sumber: Bank Indonesia