DPRD Jabar Turut Sumbang Koin Untuk PSSI Ke Bobotoh

Tanggal 15 Sep 2017 16:03 WIB
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Haris Yuliana Turut Sumbang koin untuk PSSI

DPRD Provinsi Jawa Barat menyayangkan atas sanksi PSSI kepada klub Persib dengan alasan sarat dengan unsur politis. Pasalnya, hal itu tidak sejalan dengan rasa kemanusiaan dan solidaritas terhadap muslim Rohinya. Selain itu, DPRD juga turut berpartisipasi dalam aksi mengumpulkan koin utuk PSSI sebagai bentuk kekecewaan atas sanksi yang di berikan PSSI kepada persepakbolaan Indonesia.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Haris Yuliana mengatakan, Rohingya sudah menjadi isu nasional, pemerintah sudah memberikan sikap dan tindakan konkrit terhadap pemerintah Myanmar. Semua lapisan masyarakat sudah tergerak dengan peristiwa yang dialami Rohingya. Tidak ada salahnya siapapun untuk melakukan aksi kemanusiaan terhadap muslim Rohingya, termasuk bobotoh. Karena itu, keputusan PSSI tersebut bisa dikatakan aneh, lantaran aksi yang dilakukan bobotoh beberapa waktu lalu sebagai bentuk kepedulian terhadap Rohingya.

“Bukan sekedar persoalan politik, tapi ini rasa kemanusiaan. Saya kira wajar saja semua merasa tergerak untuk berempati dan bersimpati kapan pun dan dimanapun, bahkan secara spontan,” ujar Haris Yuliana di Stadion Persib, Jalan A. Yani, Kota Bandung, Jumat (15/9/2017).

Dia menambahkan, aksi yang dilakukan bobotoh sebagai bentuk konkrit dan masif bahwa rasa solidaritas itu harus ditanamkan dikalangan manapun. Di kala bangsa ini sedang digoncang rasa kemanusiaan pasal apa yang kemudian memberikan sanksi kepada Persib dalam bentuk denda sebesar Rp.50 juta.

“Pasal apa yang melarang untuk kemanusiaan, ini kan menjadi suatu hal yang ironi,” katanya.

Jika demikian, lanjut dia, yang dilakukan presiden saat menyumbang untuk muslim Rohinya pun bisa diasumsikan sebagai bentuk pelanggaran. Sebab, apa yang dilakukan oleh bobotoh ini murni sebagai aksi kemanusiaan. Tidak ada sedikitpun indikasi bahwa aksi bobotoh saat di tribun stadion Si Jalak Harupat beberapa waktu lalu sebagai politisasi.

“Justru ini semua menjadi sikap yang indah, dalam hal apapun termasuk bobotoh melakukan aksi yang terpuji,” ucapnya.

Sementara itu, Pengurus Viking, Yana Umar mengatakan, aksi bobotoh ini sebagai bentuk positif untuk kemanusiaan. Di negara lain pun memang tidak diperbolehkan untuk melakukan aksi provokatif. Tetapi ini hal berbeda dengan membentangkan untuk mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap Rohinya.

“FIFA sudah memberikan pilihan, jika provokatif negati tentu akan disanksi, jika positif ya tidak disanksi, ini pun sama,” tutur Yana.

Atas sanksi itu, tambah Yana, Viking menyediakan kotak kardus yang bertuliskan "Udunan Koin untuk PSSI dan Komdis yang Kurang Kasih Sayang." Sejak kotak disediakan, beberapa bobotoh terlihat memasukan koin ke dalam kotak tersebut.

"Sudah dibuka sumbangan "Koin untuk PSSI," pengumpulan koin ini akan berlangsung sampai 13 hari ke depan."

"Karena batas penyerahan maksimal 14 hari setelah sanksi, beberapa distrik juga sudah menggalang dana," kata Yana.

"Sebenarnya, koreo itu kan sebagai bentuk solidaritas kemanusian untuk Rohingya, tidak ada unsur politik dalam koreo tersebut,"Yana menjelaskan.

Dirigen Viking ini menambahkan, jika uang koin sudah terkumpul sesuai dengan denda yang diberikan kepada Persib, maka akan langsung diserahkan langsung kepada PSSI.

"Sepertinya, kami akan antarkan langsung kepada PSSI dalam bentuk koin. Lalu kalau ada uang lebih, kami akan sumbangkan untuk Rohingya," ucap Yana.

 

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 15 Des 2017
BND 9.226 9.133 15 Des 2017
CAD 10.582 10.472 15 Des 2017
CNH 1.948 1.948 15 Des 2017
CNY 1.872 1.854 15 Des 2017
SAR 3.078 3.048 15 Des 2017
SGD 9.226 9.133 15 Des 2017
USD 11.544 11.430 15 Des 2017
Sumber: Bank Indonesia