Bentuk Raperda Kesehatan Jiwa, Jabar Harus Bebas dari Penyakit Gangguan Jiwa

Tanggal 07 Sep 2017 09:39 WIB
Anggota BP Perda, Rustandi: Jabar harus bebas dari penyakit gangguan jiwa

Berangkat dari banyaknya kondisi kesehatan orang yang mengalami Gangguan jiwa di Jawa Barat yang banyak belum tertangani, DPRD Jabar rencananya akan mengusulkan inisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Prakarsa penyelenggara Upaya Kesehatan Jiwa di Jawa Barat.

Anggota Badan Pembendukan (BP) Perda Rustandi mengatakan, Raperda ini akan dibentuk d\berdasakan kondisi kesehatan Jiwa di tengah masyarakat yang cukup memprihatinkan.

Dirinya mengakui, Fasiltas kesehatan Jiwa di Jabar sangat kurang seperti keberadaan rumah sakit jiwa yang hanya ada di Bandung ditambah fasiltas yang kurang lengkap.Bahkan, sumber daya manusia seperti dokter jiwa masih sangat minim.

Psikiater, perawat dan fasilitas perawatan masih sangat terbatas ini yang menjadi keprihatinan kita,” jelas Rustandi  usai sidang Paripurna kemarin (6/9)

Berdasarkan aspirasi dari daerah yang masuk lanjut dia, banyak masyarakat yang kena gangguan Jiwa tapi tidak tertangani dengan baik. Sebab, banyak masyarakat beranggapan bahwa penyakit kejiwaan bisa di obati dengan cara-cara tradisional.

Berangkat dari itu semua BP Perda mencoba merumuskan untuk membuat perda mengenai kesehatan Jiwa dengan mengatur orang yang mengalami gangguan jiwa.

Hal ini dilakukan sebagai upaya perluasan pelayanan kesehatan Jiwa dengan memberikan masukan dan usulan agar Pemprov Jabar bekerjasama dengan lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang khusus mnengani kejiwaan. Terlebih di Jabar banyak pesantren-pesantren yang mampu menengani itu.

“Itu pesantren banyak yang menangani orang yang mengalami gangguan jiwa tappi tidak ada pembinaan dari pemerintah,”kata

Rustandi memaparkan, kedepan Pemprov Jabar diharapkan dapat memiliki perannya untuk turut ambil bagian dalam melakukan pembinaan kelembaga pesantren tersebut. Bahkan, dengan dibentuknya Raperda ini, hak masyarakat yang mengalami gangguan jiwa dapat terpenuhi

“Jadi  di Kabupaten/Kota di Jabar jangan ada lagi orang yang mengalami gangguan jiwa keluyuran di jalan,”ujar dia

Rustandi yang berasal dari Fraksi Partai Nasdem ini berpendapat, dibeberapa daerah terpencil masih ada anggapan bahwa penyakit gangguan jiwa tidak boleh bermasyarakat karena sangat membahayakan. Sehingga, tidak sedikit manyarakat mengucilkan dengan cara dipasung.

Dirinya menambahkan Raperda ini nantinya akan dilakukan pembahasan lebih lanjut dengan mekanisme yang sudah di atur oleh dewan. Namun, yang terpentin bila perda ini sudah disahkan harus disertai implementasi dilapangan.

“Itu banyak terjadi diberbagai daerah di Jabar dan lebih parahnya lagi tindakan ini dianggap biasa oleh masyarakat,”pungkas Rustandi yang juga sebagai anggota komisi V DPRD Jabar ini.

 

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 21 Nov 2017
BND 9.226 9.133 21 Nov 2017
CAD 10.582 10.472 21 Nov 2017
CNH 1.948 1.948 21 Nov 2017
CNY 1.872 1.854 21 Nov 2017
SAR 3.078 3.048 21 Nov 2017
SGD 9.226 9.133 21 Nov 2017
USD 11.544 11.430 21 Nov 2017
Sumber: Bank Indonesia