Pemerintah Harus Tegas Terhadap Israel

Tanggal 25 Jul 2017 07:51 WIB

Kondisi terkini warga Palestina mengundang simpati dari seluruh warga dunia. Perhatian yang tinggi ini salah satunya datang dari Indonesia.

Banyak masyarakat yang menuntut pemerintah Indonesia bersikap tegas atas kejahatan yang dilakukan Israel tersebut. "Terkait dengan peristiwa tersebut, pemerintah Indonesia harus tegas terhadap Israel," kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Haris Yuliana, di Bandung, Senin (24/7).

Menurutnya, selama ini pemerintah Indonesia dinilai masih lembek terhadap perlakukan Israel tersebut. Padahal, kejahatan Israel terhadap warga Palestina sudah berlangsung puluhan tahun.

"Saya mendorong pemerintah Indonesia untuk tegas terhadap Israel," tegasnya lagi. Bahkan, dia berpendapat agar Indonesia memboikot seluruh urusan yang berhubungan dengan Israel.

"Apapun yang berhubungan dengan Israel harus diboikot. Ini warning bagi pemerintah Indonesia untuk menunjukkan sikap tegas terhadap Israel," ungkapnya.

Selain itu, peristiwa yang terjadi di Palestina harus menjadi semangat umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia untuk bangkit dan menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. "Tidak boleh ada kompromi apapun dengan Israel. Dan ghiroh umat Islam harus bangkit dengan adanya peristiwa ini," tegasnya.

Seperti diketahui, Palestina semakin berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Israel terus melakukan invasi dengan memborbardir wilayah-wilayah di seluruh Palestina yang mengundang reaksi dan kemarahan dari seluruh negara.

Yang terbaru, imam Masjid Al Aqsha ditembak tentara Israel usai melaksanakan salat. Tentara Israel menembak dengan menggunakan peluru karet yang menyebabkan imam Masjid Al Aqsha mengalami luka-luka.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 15 Des 2017
BND 9.226 9.133 15 Des 2017
CAD 10.582 10.472 15 Des 2017
CNH 1.948 1.948 15 Des 2017
CNY 1.872 1.854 15 Des 2017
SAR 3.078 3.048 15 Des 2017
SGD 9.226 9.133 15 Des 2017
USD 11.544 11.430 15 Des 2017
Sumber: Bank Indonesia