Milangkala ke 104 Tahun, DPRD Jabar Berharap Paguyuban Pasundan Menjadi Perekat Bangsa

Tanggal 11 Jul 2017 10:22 WIB
Halal Bihalal Paguyuban Pasundan

Senin 10 Juli 2017 bertempat di Gedung Mandalasaba dr. Djoenjoenan Komplek Perkantoran Paguyuban Pasundan, Pengurus Besar Paguyuban Pasunda memperingati Milangkala ke 104 tahun.

Dalam kesempatan tersebut hadir unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Jawa Barat, tokoh Jawa Barat, dan petinggi-petinggi universitas ternama di Indonesia.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Sunatra, SH, MS dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Paguyuban Pasundan saat ini telah menjadi perekat bangsa Indonesia dalam hal kebhinekaan.

"Negara kita kan dibangun oleh beragam suku bangsa, berbagai agama, etnis. Oleh karena itu Paguyuban Pasundan sebagai organisasi kemasyarakatan yang berkembang khususnya di Jawa Barat mudah-mudahan menjadi sebuah organisasi yang betul-betul menjadi contoh bagi seluruh organisasi di Indonesia yang mengemban tugas tidak saja mengembangkan budaya sunda tapi juga mengembangkan budaya nusantara" ujarnya.

Ia menjelaskan, pada dasarnya Paguyuban Pasundan merupakan sebuah organisasi yang mengemban misi untuk keindonesiaan. Maka jelas organisasi yang memiliki identitas lokal menjadi modal dasar bagi identitas nasional. 

"Sebab suatu negara akan memiliki reputasi yang baik jika identitas lokalnya juga berkembang dengan baik. Oleh karena itu Paguyuban Pasundan sebagai organisasi lokal  kemasyarakatan yang memiliki identitas lokal kesundaan menjadi suatu sarana untuk memperkuat keindonesiaan" ucapnya.

"Kontribusi Paguyuban Pasundan semakin hari semakin baik turut serta dalam pembangunan Jawa Barat. Salah satunya dalam bidang pendidikan. Seperti diketahui bahwa pendidikan Pasundan sudah sedemikian kuat dari mulai jenjang SD, hingga perguruan tinggi merupakan sumbangsih dari Paguyuban Pasundan dalam mendongkrak indeks pembangunan manusia" paparnya.

Ia pun yakin kedepan Paguyuban Pasundan dapat terus berkiprah tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga dibentuk di seluruh Indonesia. 

"Walaupun kini saya tahu bawa Paguyuban Pasundan sudah ada dibeberapa wilayah seperti di Bali, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, jadi ketika sudah terbentuk di 32 Provinsi maka Paguyuban Pasundan bukan hanya menjadi organisasi lokal tapi sudah menjadi organisasi nasional" ujarnya.

"Saya yakin kedepan dengan umur lebih dari seabad ini hal tersebut dapat terwujud" ucapnya menambahkan.

 

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 21 Nov 2017
BND 9.226 9.133 21 Nov 2017
CAD 10.582 10.472 21 Nov 2017
CNH 1.948 1.948 21 Nov 2017
CNY 1.872 1.854 21 Nov 2017
SAR 3.078 3.048 21 Nov 2017
SGD 9.226 9.133 21 Nov 2017
USD 11.544 11.430 21 Nov 2017
Sumber: Bank Indonesia