Komisi I DPRD Jabar Apresiasi Pengelolaan Arsip Daerah Purwakarta

Tanggal 25 Nov 2016 14:22 WIB
Kunjungan Komisi I DPRD Jabar ke Arsip Daerah Purwakarta

Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat mengapresiasi pengelolaan arsip di wilayah Arsip Daerah Kabupaten Purwakarta. Selain berprestasi di tingkat nasional yang menempati peringkat ke-3 kategori kabupaten kota pada Anugerah Lembaga Kearsipan Daerah 2015 lalu. Selain itu, juga penataan dan manajemen yang baik dalam struktur organisasi kearsipan di Kabupaten Purwakarta.

Anggota Komisi I DPRD Jabar, Tate Qomarudin mengatakan, menyandang predikat terbaik ditingkat nasional bukan persoalan mudah dalam mewujudkannya. Perlu pengelolaan yang baik dan berintegrasi tinggi. Sehingga dewan harus mendorong peningkatan Arsip Daerah Kabupaten Purwakarta agar lebih baik lagi.

“Prestasi ini harus terus dapat di pertahankan dan ditingkatkan. Tentu kami akan mendorong dari segi anggaran,” ujar Tate di Arsip Daerah Purwakarta, Perumahan Griya Asri, Kabupaten Purwakarta, Jumat (25/11/2016).

Hal serupa diungkapkan anggota komisi lainnya, Mochammad Iqbal, MI. Menurut dia, pengelolaan kearsipannya memang pantas menyandang predikat terbaik ketiga. Terlebih, ditambah dengan sudah dibangunnya Bale Panyawangan sebagai upaya peningkatan. Sejarah yang diwujudkan dengan diorama itu menjadi daya tarik dan memiliki nilai tersendiri.

“Apalagi adanya diorama ini memberikan edukasi yang konkrit terhadap masyarakat,” tegas Iqbal.

Ditambahkan anggota Komisi I lain, Iis Turniasih. Menurut dia, Kabupaten Purwakarta sejak dulu bernilai sejarah tinggi, namun sedikit orang yang mengetahuinya. Karena itu, untuk peningkatan edukasi terhadap masyarakat Jabar umumnya Bale Panyawangan yang dikelola Arsip Daerah Purwakarta harus didukung penuh.

“Ini berbeda dengan kabupaten kota lain, sejarah di Jabar lengkap dalam diorama ini,” ujar Iis.

Sementara itu, Kepala Kantor Arsip Daerah Purwakarta, Hj Nina Meinawati, SH mengatakan, menyandang predikat terbaik ke-3 ditingkat nasional justru tidak membuatnya bangga. Sebab, setelah melakukan studi banding ke Arsip Daerah Sleman yang menyandang predikat terbaik kesatu justru perbandingan pengelolaannya sangat jauh.

“Maka dari itu, tahun ini kita tidak mengikuti anugrah LKD lagi. Sebab, Arsip Daerah Sleman yang predikatnya ke satu justru menilai seharusnya Arsip Daerah Purwakarta yang kesatu. Artinya ANRI tidak objektif,” tandasnya.    

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook