Ke BPSTW Kabupaten Karawang, Komisi V DPRD Jabar Dorong Pembangunan Balai Baru

Tanggal 31 Oct 2016 13:25 WIB
Kunjungan Komisi V DPRD Jabar ke BPSTW Kabupaten Karawang

Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong Balai Perlindungan Sosial Tresa Wreda (BPSTW) untuk menambah bangunan baru di setiap balai untuk menambah kapasitas penampungan para Lanjut Usia. Pasalnya saat ini, empat balai perlindungan sosial untuk lanjut usia (lansia) milik Pemprov Jabar sudah mulai kelebihan kapasitas tampung.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung  mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Jabar, lansia semakin bertambah tentu harus ada penambahan sarana penampungan baru atau ditambah. Kapasitas setiap balai yang ada tidak lebih dari 100 orang, sedangkan lansia setiap tahunnya terus bertambah.

“Tentu kita dukung sesuai dengan yang diajukan oleh setiap balai, sebab kapasitasnya kan terbatas,” ujar Yomanius di Tresna Wreda, Kabupaten Garut, Jumat (21/10/2016).

Tetapi, lanjut dia, pengajuan maupun usulan yang diajuakan harus disertai Detail Enginering Design (DED). Sehingga akan lebih komprehensif dan sesuia dengan kebutuhan yang diajukan balai. Proyeksi pada 2017 mendatang untuk membangun yang  Kabupaten Karawang berarti sudah ada bangunan baru di Kabupaten Karawang dengan anggaran sebesar Rp12 Miliar.

“DED-nya jelas, ajuan anggarannya jelas tentu kita dukung,” katanya.

Di tambhkan anggota Komisi V DPRD Jabar lainnya, Rustandie mengungkapkan perlunya perhatian terhadap tenaga honorer yang ada di kantor setiap balai. Sebab, kedudukannya sangat diperlukan untuk mendukung kinerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi para staf di balai tersebut. Selain itu juga menunjang dalam pengadministrasian dari sembilan balai yang ada.

“Jangan lupa juga honorer atau tenaga kontrak ini kedudukannya sangat penting,” tegasnya.  

Sementara itu, Kepala Balai Perlindungan Sosial Dinsos Jabar, Adang mengatakan, jumlah lansia terlantar dan ditelantarkan setiap tahun terus bertambah. 

“Daya tampung masing-masing balai sudah tidak mencukupi. Kita tidak bisa memaksakan karena bagaimanapun juga, kualitas layanan harus dipertahankan,” katanya.

Menurutnya ke empat balai lansia tersebut masing-masing berada di Balai Perlindungan Sosial Tresna Werdha Ciparay, Kabupaten Bandung, Sub Unit Perlindungan Sosial Tresna Werdha Garut, Sub Unit Perlindungan Sosial Tresna Werdha Karawang dan Sub Unit Perlindungan Sosial Tresna Werdha Bogor.

Masing-masing tempat perlindungan social bagi lansia tersebut, menurut Arifin, saat ini memiliki kapasitas untuk 350 orang lansia.

"Saat ini jumlahnya sudah ada yang di atas 360," katanya.

Adang mengaku pihaknya sudah memiliki rencana untuk penambahan kapasitas, baik untuk tempat tidur, perluasan bangunan dan lainnya.

"Targetnya masing-masing bisa menampung 500 orang lansia,” tandasnya.

 

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook