Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ajak Parlemen Perempuan Maksimalkan Perannya

Tanggal 22 Jul 2016 17:08 WIB
Ketua DPRD Jabar dalam acara seminar Penguatan Peran Perempuan parlemen

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., M.Si., membuka acara seminar Penguatan Peran, Kapasitas, dan Kompetensi Anggota Parlemen Perempuan Periode 2014-2019 yang kedua kalinya. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama KAS (Kondrat Adenauer Stiftung) dengan B-Trust sebagai lembaga swadaya masyarakat pemerhati kalangan perempuan, terlebih di bidang politik. Acara ini dihadiri oleh anggota DPRD Perempuan Tingkat Provinsi dan Tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat 2014-2019.

Menurut dia, kalangan parlemen perempuan harus meningkatkan perannya dalam menyelesaikan masalah-masalah yang masih banyak terjadi di Provinsi Jawa Barat. Masalah-masalah tersebut seperti kekerasan yang menimpa ibu dan anak, perdagangan manusia, hingga kesulitan mendapatkan akses ekonomi untuk memulai usaha. Masalah-masalah tersebut masih kerap ditemui dan banyak terjadi pada perempuan.

“Isunya dari dulu itu saja. Tidak melebar dari masalah-masalah itu. Karena itu di sinilah kita sebagai anggota parlemen perempuan itu harus ngotot. Kita harus membuat perda yang implementatif terhadap masyarakat,” ujar Ineu dalam sambutannya di Hotel Savoyy Homan, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis (21/07/2016).

Dia menambahkan, pihaknya mengapresiasi atas menurunnya angka kematian ibu dan anak di Jawa Barat tahun 2013-2014. Program atau keberhasilan tersebut harus dipertahankan dan dilakukan upaya terus-menerus hingga di daerah dengan komitmen yang terus dibangun serta terjaga. Selain itu, Politisi dari fraksi PDIP ini juga berharap masalah-masalah tersebut menjadi pemicu semangat dan menjadi tantangan bagi parlemen perempuan untuk terus memperbaiki Jawa Barat ke depannya walau masa jabatannya sebagai anggota DPRD sudah habis.

“Justru dengan diberikannya kesempatannya menjadi politisi perempuan ingin berkontribusi lebih banyak lagi diperiode mendatang, berarti saya harus menjadi anggota parlemen lagi,” tegasnya.

Di sisi lain, lanjut dia, masalah komitmen peran media dilingkungan parlemen keberadaannya juga sangat penting. Kendati kodratnya sebagai perempuan tetapi tidak gentar untuk menghadapi kalangan manapun dalam konteks yang proporsional dan positif. Tidak terkecuali dengan media publik yang erat kaitannya dengan para pemangku kebijakan dalam tatanan pemerintahan.

“Justru itu, kita harus mampu menghadapi apa yang dibangun oleh media, itupun sesuai dengan proporsinya yang positif. Sehingga tidak menimbulkan salah tafsir,” tandasnya.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook