DPRD Jabar Akan Evaluasi Program Citarum Bestari

Tanggal 31 May 2016 06:56 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Yod Mintaraga. jabar.prov.go.id Lintas Jabar,TarungNews.com - Program Citarum Bestari yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai hanya menjadi solusi sesaat dalam upaya menyelesaikan berbagai permasalahan di sungai paling panjang di Jabar ini. Gelontoran rupiah yang telah dikeluarkan Pemprov Jabar untuk program ini nyatanya belum berdampak pada perbaikan kondisi Sungai Citarum. Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Yod Mintaraga, mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi program Citarum Bestari yang akan menyedot anggaran Rp 24 miliar. Program yang digagas sejak 2013 lalu ini dinilai belum berdampak pada penyelamatan Citarum. "Pembenahan Citarum itu harus mencakup perubahan kultur juga. Sekarang ini penyebab rusaknya Citarum karena tata ruang yang tidak sesuai. Misalnya lahan konservasi jangan berubah, tapi sekarang jadi area budidaya (ikan)," kata Yod di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Senin (30/5). Yod melanjutkan, penyelamatan Sungai Citarum memerlukan program yang komprehensif. Perencanaan kegiatan harus matang dari hulu hingga hilir sehingga penyelamatannya tidak setengah-setengah. "Harus ada eveluasi, tidak hanya sampahnya saja, tapi mengubah perilaku masyarakatnya juga," katanya. Yod mengaku tidak mempermasalahkan besarnya anggaran dalam penyelematan Citarum ini. Namum, hasilnya harus terukur dan berdampak nyata pada perbaikan kondisi Citarum. "Kami dukung asal jelas perencanaannya. Citarum hajat hidup orang banyak. Sekarang mengkhawatirkan kondisinya, sudah dangkal dan sempit, banyak orang yang buang sampah," ucapnya. Disinggung apakah DPRD Jabar ikut dilibatkan dalam perencanaan gerakan Citarum Bestari, Yod mengaku belum. "Pembahasan yang pernah dilakukan hanya berupa pembahasan anggaran," pungkasnya. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, upaya penyelematan Sungai Citarum memerlukan waktu yang cukup lama karena berkaitan dengan merubah prilaku masyarakat. Maka dari itu, mulai 2 Juni pihaknya bersama pihak-pihak terkait akan melakukan gerakan Citarum Bestari dengan melibatkan 12.500 orang. Langkah pertama akan dilakukan rekayasa sosial kepada masyarakat. "Konsepnya kota membersihkan kotoran dan menghentikan pembuangan-pembuangan (kotoran) sesegera mungkin dari hulu hingga ke hilir," kata Heryawan saat paripurna DPRD Jabar, kemarin. Jika rekaya sosial ini kurang berdampak positif, maka pihaknya akan melakukan penegakan hukum kepada para pelanggar. Namun, langkah ini akan menjadi upaya akhir dalam gerakan ini. "Pasti ada sanksi khusus, tapi kami ingin menghadirkan hasil yang baik. Daripada diawali penegakan hukum tidak ada keberhasilan, lebih baik sadarkan semua pihak. Kita lakukan rekayasa sosial," pungkasnya. Kasubdit Konservasi Lahan Basah dan Taman Keaneka Ragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup Cherryta Yunia mengatakan, seharusnya Pemprov Jabar melakukan pemetaan masalah sebelum menggelar aksi. "Citarum Bestari bagus, tapi kalau Citarum ingin sembuh ya obati penyebabnya. Kenapa (Citarum) kotor, kenapa banyak sampah," katanya. Menurut Cherryta, dalam penanganan Sungai Citarum tidak hanya dengan melakukan banyak aksi, namun perlu upaya lebih dengan melibatkan semua pihak mulai dari pemerintah pusat hingga unsur masyarakat. Selain itu, perlu ada sinkronisasi program baik yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah. "Jadi bukan hanya mengambil sampah. Sampah akan datang lagi (kalau penyebabnya tidak diselesaikan)," katanya. Lebih lanjut dia katakan, perlu ada  sanksi tegas bagi pelaku industri yang membuang limbah ke Sungai Citarum. Evaluasi dan monitoring industri di daerah aliran sungai Citarum harus dilakukan. "(Tapi) monitoring dan evaluasi industri itu kan tidak jalan. Harusnya ada hukuman (kepada industri nakal). Kalau industri tertib saya kira yang lain akan takut," ucapnya. Dia menambahkan, jika program atau upaya penyelamatan Sungai Citarum ingin sukses maka harus dicari akar permasalahannya. Kemudian harus ada sanksi tegas bagi para pelanggar. "Kalau mau sukses, gejala dan penyebab rusakmya Citarum harus diketahui. Harus ada ketegasan dari pemerintah dan adanya pendidilam lingkungan kepada masyarakat dan semua pihak," pungkasnya.
Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook