Komisi V DPRD Jabar Tinjau Lokasi Banjir Bandang Subang

Tanggal 30 May 2016 11:33 WIB
Komisi V DPRD Jabar meninjau lokasi banjir bandang di Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang

Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Senin 23 Mei silam diterjang banjir bandang yang menyebabkan korban jiwa. Selain itu juga juga menyebabkan 32 rumah rusak dan 385 warga diungsikan ke tempat aman. Evakuasi warga dilakukan karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan apalagi di wilayah selatan Subang masih sering turun hujan.

Komisi V DPRD Jawa Barat meninjau langsung lokasi kejadian dan mengapresiasi pihak yang telah membantu dalam penanganan banjir bandang tersebut. Selain itu, kewajiban komisi untuk turut peduli terhadap sesama. Meskipun kegiatan yang dilakukan belum  seberapa besar dampaknya bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung mengatakan, penanganan yang cepat sangat dibutuhkan untuk masyarakat yang menjadi korban banjir bandang. Sehingga proses pemulihan terutama bagi korban menjadi sangat penting untuk diprioritaskan. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam membantu penanganan banjir bandang harus diapresiasi setinggi-tingginya mengingat kerusakan yang ditimbulkan sangat besar.

“Kami prihatin atas kejadian yang menimpa masyarakat dikawasan Desa Sukatani ini, kewajiban kami untuk turut membantu masyarakat yang menjadi korban,” ujar Untung di lokasi banjir Bandang, Rabu (25/05/2016).

Sementara itu, dari hasil laporan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0605 banjir bandang di Kecamatan Cisalak tanggap darurat selama lima hari. Koordinasi korban jiwa sudah ditemukan semuanya. Tindakan selanjutnya pemulihan pasca banjir bandang termasuk menginvertarisasi kerusakan. Kerugian materi yang disebabkan banjir bandang sekitar 15 miliar. Selain itu, kendala yang dihadapi saat penanganan tidak adanya BPBD Kabupaten Subang yang hingga saat ini belum terbentuk. Sehingga hal itu menghambat pemetaan penanganan bencana alam di Kabupaten Subang. Tindakan lanjutan pasca tanggap darurat bencana yakni untuk memulihkan kondisi masyarakat. Dengan mengadakan operasi bakti bersama untuk pemulihan kawasan sungai.

  

Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Senin 23 Mei 2016 silam diterjang banjir bandang yang menyebabkan korban jiwa. Selain itu juga juga menyebabkan 32 rumah rusak dan 385 warga diungsikan ke tempat aman. Evakuasi warga dilakukan karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan apalagi di wilayah selatan Subang masih sering turun hujan.

Komisi V DPRD Jawa Barat meninjau langsung lokasi kejadian dan mengapresiasi pihak yang telah membantu dalam penanganan banjir bandang tersebut. Selain itu, kewajiban komisi untuk turut peduli terhadap sesama. Meskipun kegiatan yang dilakukan belum  seberapa besar dampaknya bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung mengatakan, penanganan yang cepat sangat dibutuhkan untuk masyarakat yang menjadi korban banjir bandang. Sehingga proses pemulihan terutama bagi korban menjadi sangat penting untuk diprioritaskan. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam membantu penanganan banjir bandang harus diapresiasi setinggi-tingginya mengingat kerusakan yang ditimbulkan sangat besar.

“Kami prihatin atas kejadian yang menimpa masyarakat dikawasan Desa Sukatani ini, kewajiban kami untuk turut membantu masyarakat yang menjadi korban,” ujar Untung di lokasi banjir Bandang, Rabu (25/05/2016).

Sementara itu, dari hasil laporan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0605 banjir bandang di Kecamatan Cisalak tanggap darurat selama lima hari. Koordinasi korban jiwa sudah ditemukan semuanya. Tindakan selanjutnya pemulihan pasca banjir bandang termasuk menginvertarisasi kerusakan. Kerugian materi yang disebabkan banjir bandang sekitar 15 miliar. Selain itu, kendala yang dihadapi saat penanganan tidak adanya BPBD Kabupaten Subang yang hingga saat ini belum terbentuk. Sehingga hal itu menghambat pemetaan penanganan bencana alam di Kabupaten Subang. Tindakan lanjutan pasca tanggap darurat bencana yakni untuk memulihkan kondisi masyarakat. Dengan mengadakan operasi bakti bersama untuk pemulihan kawasan sungai.

  

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 18 Okt 2017
BND 9.226 9.133 18 Okt 2017
CAD 10.582 10.472 18 Okt 2017
CNH 1.948 1.948 18 Okt 2017
CNY 1.872 1.854 18 Okt 2017
SAR 3.078 3.048 18 Okt 2017
SGD 9.226 9.133 18 Okt 2017
USD 11.544 11.430 18 Okt 2017
Sumber: Bank Indonesia