Pemprov Jabar Tuntaskan Pembebasan Tanah untuk BIJB Kertajati

Tanggal 05 Nov 2015 09:07 WIB
Pembebasan Lahan BIJB Kertajati

Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menuntaskan pembebasan lahan serta persoalan sosial terkait pembangunan proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka. Penuntasan masalah ini sudah disepakati bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka.

"Kita sudah identifikasi permasalahan yang disampaikan bupati," kata Sekda Jabar Iwa Karniwa, bertemu secara khusus dengan Bupati Majalengka, di Gedung Negara, Majalengka, Rabu (4/11).

Iwa mengakui ada sejumlah persoalan di lapangan yang harus diambil tindakan cepat agar tidak menjadi masalah sosial yang berlarut-larut. Salah satunya alokasi anggaran untuk pembebasan lahan. "Dari APBD 2015 kita sudah alokasikan Rp133 miliar untuk membebaskan lahan 70,46 hektar," jelas Iwa.

Lahan yang belum berhasil dibebaskan itu untuk landasan pacu sepanjang 4.000 meter dengan luas 36 hektar. Kemudian pembebasan tanah kas desa Bantarjati seluas 3,6 hektar, jalan akses Pemakaman Umum 10 hektar, dan tanah masyarakat 14 hektar. "Progres lahan BIJB sampai saat ini 873,73 hektar termasuk tanah kas desa 80 hektar," papar Iwa.

Untuk pembangunan sisi udara BIJB tahap satu sampai dengan 2015, runway atau landas pacu sepanjang 2.500 x 60 meter dari dana APBN sudah selesai, termasuk taxi way dan apron dengan anggaran Rp25 miliar. Iwa juga memastikan dalam perumusan APBD 2016, ajuan dari Majalengka soal pembuatan jalur penghubung sebesar Rp79 miliar.

"Kita selesaikan secepatnya karena sekarang kita sudah menemukan kesamaan gerak dan langkah. Saya harap semua mendukung. Jangan ada satu pihakpun yang menyandera terhadap pembangunan ini.  Kalau ada orang yang berpikir itu (mengganggu) harus berpikir ulang. Karena ini untuk kepentingan masyarakat besar Jabar," tegasnya. -

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook