Rp 48 Miliar Untuk Atlet Jabar

Tanggal 21 Sep 2015 09:22 WIB
Rstandie : Anggaran untuk Atlet Jabar yang diberikan melalui KONI sangat penting

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian penuh kepada atlet Jabar yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Nasional XIX/2016. Hal ini dibuktikan dengan menggelontorkan anggaran Rp 48 miliar pada APBD Perubahan Jabar 2015 yang telah disahkan pada Rabu (16/9) kemarin.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Rustandi, mengatakan, pada APBD Perubahan 2016, anggaran tersebut diajukan Komite Olahraga Nasional Indonesia Jabar sebagai lembaga yang melakukan pembinaan atlet. "Ya, sebagai leading sector-nya, kami menyetujui anggaran untuk atlet melalui KONI itu," kata Rustandi saat dikonfirmasi di Bandung, Minggu (20/9).

Menurutnya, hal ini sangat penting untuk memenuhi target juara umum pada PON 2016 mendatang. Terlebih, Jabar akan bertindak sebagai tuan rumah pada ajang tersebut.

"Tentu, kita sangat mendukung Jabar Kahiji," ujarnya. Akan tetapi, Rustandi berharap, anggaran tersebut dapat digunakan sebaik mungkin sehingga tepat sasaran.

Dana tersebut harus digunakan untuk keperluan atlet dalam meningkatkan kemampuan bertanding, bukan hal lain. Sebagai contoh, kata Rustandi, dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi asupan gizi dan suplemen atlet yang jumlahnya mencapai Rp 4 miliar.

Nantinya, masing-masing atlet akan mendapat Rp 950 ribu setiap bulan untuk kebutuhan tersebut. "Masing-masing atlet mendapat 950 ribu (rupiah) per bulan, selama tiga bulan (sisa 2015) dikali 1.477 atlet," paparnya.

Selain itu, dana itu pun akan digunakan untuk uang saku dan ongkos transport atlet. Oleh karena itu, Rustandi meminta KONI Jabar agar menggunakan dana tersebut secara benar dan transparan.

Hal ini sangat penting agar dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. "Sesuai dengan catur sukses, sukses administrasi. Kami tidak ingin setelahnya ada masalah hukum," katanya.

Lebih lanjut Rustandi katakan, jumlah anggaran yang diajukan KONI Jabar pada APBD Perubahan 2015 ini jauh lebih besar yakni mencapai Rp 103 miliar, sebelum akhirnya disetujui Rp 48 miliar. "Kemarin kita pelajari, ternyata banyak yang tidak perlu dianggarkan. Jadi harus rasional, jangan mengada-ngada," katanya.

Sebagai contoh, KONI Jabar mengajukan anggaran untuk menggelar malam penghargaan bagi insan olahraga di Jabar. Padahal, kata Rustandi, hal itu tidak perlu dilakukan karena kewenangannya berada di Dinas Olahraga dan Pemuda.

Selain itu, KONI Jabar pun mengajukan anggaran untuk pengadaan alat olahraga. "Padahal itu semua kan sudah oleh Disorda. Jadi, itu enggak perlu, sudah ada di Disorda. Itu bukan kewenangan KONI," kata Rustandi.

Kendati begitu, Rustandi mengaku tidak mengetahui status usulan KONI Jabar tersebut, apakah masuk dalam APBD Perubahan atau tidak. "Yang pasti kita tidak menyetujui. Enggak tahu kalau pimpinan (DPRD Jabar)," pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi V DPRD Jabar lainnya, Yomanius Untung, menilai, dengan jumlah anggaran untuk atlet sebesar Rp 48 miliar, target Jabar Kahiji terancam meleset. Dengan biaya sebesar itu, Untung khawatir akan banyak program dan kebutuhan atlet yang tidak terpenuhi.

"Ya, ini akan mengancam target Jabar Kahiji. Kami khawatir nantinya akan menurunkan kualitas atlet itu sendiri," singkatnya.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 15 Des 2017
BND 9.226 9.133 15 Des 2017
CAD 10.582 10.472 15 Des 2017
CNH 1.948 1.948 15 Des 2017
CNY 1.872 1.854 15 Des 2017
SAR 3.078 3.048 15 Des 2017
SGD 9.226 9.133 15 Des 2017
USD 11.544 11.430 15 Des 2017
Sumber: Bank Indonesia