Kisruh Bola, DPRD Jabar Akan Layangkan Surat ke Menpora-Komisi V Terima Aspirasi Viking

Tanggal 04 Jun 2015 16:50 WIB
Bobotoh Persib sampaikan aspirasi

DPRD Jawa Barat akan melayangkan surat kepada pemerintah pusat terkait kisruh sepak bola nasional saat ini. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian masalah yang mendera cabang olah raga paling populer ini.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi V DPRD Jabar Agus Welianto Santoso usai menemui ribuan massa Viking Persib Club (pendukung tim Persib Bandung) yang mendatangi kantor DPRD Jabar, Bandung, Kamis (4/6). Selain Agus, demonstran pun ditemui anggota Komisi V lainnya, seperti Maman Abdurrachman dan Cucu Sugyati.

"Kami akan merekomendasikan ketua dewan (DPRD Jabar) untuk melayangkan surat kepada pemerintah pusat cq Menteri Pemuda (dan) Olah raga. Isinya meminta segera menyelesaikan persoalan (sepak bola) ini," kata Agus.

Agus mengaku, pimpinan DPRD Jabar akan menyambut baik permintaan ini. Bahkan, menurutnya, seluruh pimpinan dewan akan mendukung langkah tersebut.

"Saya rasa semua (pimpinan DPRD Jabar) mendukung (pengiriman surat ke Menpora), tidak ada yang tidak mendukung. Yang tidak mendukung berarti tidak mendukung Persib," kata Agus.

Seperti diketahui, pasca dibekukannya PSSI oleh Menpora, kondisi persepakbolaan Indonesia menjadi tak menentu. Hal ini berdampak terhentinya kompetisi di berbagai tingkatan.

Selain itu, badan sepak bola dunia (FIFA) pun mencoret sementara Indonesia dari keanggotaannya. Akibatnya, tambah Agus, saat ini banyak pihak yang dirugikan, baik dari aspek prestasi sepak bola itu sendiri hingga ekonomi.

"Maka dari itu, kami menginginkan agar PSSI seperti semula, beraktivitas, tidak terjadi konflik. Pemerintah agar mengaktifkan kembali PSSI," paparnya.

Kendati begitu, Agus mengakui banyaknya masalah di dalam tubuh PSSI. Namun, hal ini tidak perlu disikapi dengan pembekuan lembaganya itu sendiri.

"Subyektivitas oknum-oknum atau orang perorangan yang mempunyai masalah, bukan kelembagaan. Ada oknum tertentu yang bermasalah itu iya, tapi jangan PSSI-nya yang dibekukan," ucapnya.

Lebih lanjut, Agus mengapresiasi adanya aksi dari Viking tersebut. Menurut Agus, hal ini merupakan bentuk kepedulian dari masyarakat khususnya pencinta sepak bola.

Agus mengaku, dirinya memahami betul kekecewaan yang dialami seluruh suporter sepak bola Tanah Air, termasuk Viking. "Ya, mereka jadi kehilangan tontonan, hiburan. Bagi sesama pencinta bola, ini memang menyakitkan, tidak bisa melihat pertandingan tim kesayangan," katanya.

Salah seorang pentolan Viking Persib Club, Yana Umar, mengatakan, pihaknya sengaja datang untuk menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat ini. Menurut dia, seluruh suporter sepak bola di Tanah Air sangat kecewa dengan terhentinya kompetisi ini.

"Kami meminta Menpora agar segera mencabut pembekuan PSSI. Ini sangat merugikan banyak pihak. Kami ingin kompetisi kembali berjalan," katanya.

Yana berpendapat, terhentinya kompetisi ini menimbulkan efek domino ke banyak aspek. Selain klub dan pemain yang merugi secara keuangan, banyak masyarakat kecil yang menyambung hidup dari kompetisi sepak bola.

"Bisa dilihat, berapa banyak masyarakat yang dirugikan setelah penghentian (kompetisi) ini. Kami berharap pintu hati Menpora segera terbuka," pungkasnya.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook