Musrenbang 2015 Harus Mampu Antisipasi MEA

Tanggal 06 Apr 2015 08:43 WIB
Musrenbang harus antisipaso MEA

DPRD Jawa Barat berharap pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Provinsi Jawa Barat 2015 ini dapat meningkatkan kualitas pembangunan. Selain terciptanya pemerataan pembangunan di seluruh daerah Jabar, akselerasi pembangunan di berbagai bidang pun harus tercipta usai musrenbang kali ini.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Jabar Ridho Budiman Utama, usai menghadiri Musrenbang 2015 Tingkat Provinsi Jabar, di Bandung, Kamis (2/4). Ridho menjelaskan, pemerataan pembangunan di Jabar harus menjadi perhatian mengingat luasnya wilayah tatar Parahyangan ini.

Terlebih, Jabar memiliki penduduk yang banyak sehingga pembangunan harus dirasakan semua lapisan masyarakat. Lebih lanjut Ridho katakan, musrenbang kali ini juga harus menjadikan momentum Masyarakat Ekonomi Asean sebagai bahasan penting.

Bahkan, Ridho berharap, musrenbang yang dihadiri seluruh kabupaten/kota ini dapat mengantisipasi dampak pemberlakuan MEA. Maka dari itu, sosialisasi MEA dirasa penting agar seluruh warga mengetahuinya.

"Karena berdasarkan salah satu penelitian, ternyata baru 33 persen masyarakat di Indonesia yang tahu apa itu MEA, sisanya tidak tahu. Jangankan untuk mempersiapkan diri, untuk sekedar menghadapinya saja enggak tahu," kata Ridho.

Ridho menuturkan, Pemprov Jabar harus serius dalam menghadapi MEA ini. Salah satunya dengan mempersiapkan atau membekali warganya untuk menghadapi momentum tersebut.

"Nanti itu akan ada pasar tunggal di seluruh negara Asean. Artinya kesiapan masyarakat kita harus disiapkan," tutur Ridho.

Hal ini menjadi faktor paling penting, terlebih di tengah belum optimalnya kemampuan kita. Ridho mengingatkan, berdasarkan data dari Competitiveness Forum, daya saing masyarakat Indonesia berada di peringkat 38.

"Ini jauh berbeda dengan negara tetangga kita Singapura yang berada di posisi kedua," katanya. Oleh karena itu, Ridho berharap, melalui Musrenbang, pemerintah bisa benar-benar memperjuangkan aspirasi rakyat, termasuk dari sisi peningkatan daya saing.

"Musrenbang ini harapan buat masyarat. Tapi di sisi lain bisa mengecewakan masyarakat jika tidak optimal," katanya.

Pelaksanaan musrenbang kemarin dibuka langsung oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Dalam kesempatan itu hadir juga Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari serta Menter Dalam Negeri Tjahyo Kumolo.

Heryawan mengatakan, musrenbang kali ini mengusung semangat harmonisasi dan sinergi pembangunan multi pihak dalam mewujudkan Jabar yang lebih bersinergi. Dengan begitu, pelaksanaan perencanaan pembangunan dilakukan secara komprehensif.

Heryawan menjelaskan, untuk meraih hasil pembangunan yang berkualitas dan akuntabel, proses perencanaan pembangunan berbasis multi pihak dilaksanakan dengan melibatkan secara aktif empat faktor utama pembangunan yakni pemerintahan, dunia usaha, akademisi, dan komunitas berbasis masyarakat.

"Ini semua berlandasan dan di bawah kendali peraturan perundang-undangan serta didukung piranti lunak level decission support system yaitu RKPD Jabar Online," katanya.

Pada kesempatan itu, Heryawan pun meminta seluruh aparatur birokrasi agar berpedoman kepada sepuluh fokus pembangunan Jabar (10 common goals) dalam menyusun RKPD. Mendagri Tjahyo Kumolo mengatakan, pembangunan yang dilakukan harus berorientasi kepada kepentingan masyarakat.

Menurut Tjahyo, program pemerintah yang dijalankan harus mampu mengurangi kemiskinan, dan pengangguran sehingga bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat. "Sesuai kondisi dan harus mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada," katanya.

Selain itu, Tjahyo mengingatkan juga agar tindak pidana korupsi tidak terjadi dalam pelaksanaan pembangunan yang dijalankan pemerintah. "Ada proses hukum, proses politik. Jangan sampai tersandera oleh manuver hukum dan politik. Anggaran daerah jangan sampai terlambat atau tersandera oleh kepentingan politik. Kalau tidak hati-hati, akan membuka permasalahan hukum," katanya.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 22 Jun 2017
BND 9.226 9.133 22 Jun 2017
CAD 10.582 10.472 22 Jun 2017
CNH 1.948 1.948 22 Jun 2017
CNY 1.872 1.854 22 Jun 2017
SAR 3.078 3.048 22 Jun 2017
SGD 9.226 9.133 22 Jun 2017
USD 11.544 11.430 22 Jun 2017
Sumber: Bank Indonesia