DPRD Jabar Apresiasi Pengelolaan Kepariwisataan DI Yogyakarta

Tanggal 25 Mar 2015 11:43 WIB

DPRD Jawa Barat mengapresiasi pengelolaan kepariwisataan di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta. Perkembangan wisata di DIY tidak terlepas dari peranan pemerintah dengan program yang mengedepankan potensi wisata, tetapi tidak mengganggu aktivitas pemerintahan.

Ketua Komisi II DPRD Jabar, Ir. Ridho Budiman mengatakan, perkembangan kepariwisataan di Jabar tertinggal jauh dibandingkan Yogyakarta. Tren positif yang bernuansa khas suatu wilayah sudah terasa sejak mengetahui dari sosialisasi baik itu melalui pendekatan aspek kebudayaan maupun program pemerintah Yogyakarta.

“Ini menjadi catatan penting untuk Jabar dalam pengelolaan kepariwisataan, potensi pariwisata di Jabar sebenarnya tidak kalah bagus dari Yogyakarta,” ujar Ridho kantor Pemprov DI Yogyakarta belum lama ini.

Dia menambahkan, potensi wisata di Jabar tersebar di seluruh kabupaten/kota yang memiliki nilai tersendiri. Tetapi belum dapat memaksimalkan pengelolaannya yang disebabkan berbagai faktor. Bahkan, belakangan terakhir muncul tujuan wisata baru yang dapat meningkatkan kepariwisataan di Jabar. Terlebih indikasi dari peningkatan potensi itu dilihat dari banyaknya pengunjung yang mendatangi baik wisatawan lokal maupun turis.

Hal ini di tegaskan anggota Komisi II lainnya, Ijah Hartini yang mengapresiasi terhadap pariwisata dan kebudayaan Yogyakarta. Salah satu penciri dalam pengelolaan tersebut dari sinergitas antara potensi wisata alam, kebudayaan dengan koordinasi yang baik antar kabupaten/kota dalam mengembangkan pariwisataan dan kebudayaan. Sehingga tak heran Yogyakarta menjadi bagian dari penyangga perekonomian sektor wisata di Indonesia.

“Bagaimana mensinergikan ide dan kreativitas masyarakat dengan program pemerintah, ini yang harus dimiliki Jabar,” ujar Ijah.

Sementara itu, mayoritas anggota Komisi II lainnya menyoroti soal koordinasi antara pemerintah kabupaten/kota dengan provinsi dalam pengelolaan sektor pariwisata dan kebudayaan supaya terintegrasi dengan baik.  

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov DI Yogyakarta, Didik Purwadi mengatakan, Yogyakarta dikenal dengan tiga unsur yakni, kebudayaan, pariwisata dan pendidikan. Sehingga dalam konteks perekonomian sangat memungkinkan untuk menciptakan potensi wisata yang bercirikhas. Selain itu, sektor pariwissata memiliki andil besar dalam membantu perkonomian bagi Yogyakarta. Peningkatan wisatawan yang mengunjungi Yogyakarta mencapai 3,78 juta orang pada 2014 lalu atau meningkat 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga hal ini menjadi potensi unggulan khususnya dibidang perekonomian.

“Termasuk kearifan budaya lokal masyarakat di pelosok Yogyakarta pun dilibatkan, hal ini menjadi cermin kebudayaan positif. Dengan sendirinya geliat ekonomi berbasis kemasyarakatan akan terbangun,” ujar Didik.

Sebagai upaya untuk pengembangan wisata di Yogyakarta, lanjut Didik, Pemprov DIY menyusun  perda yang berkaitan dengan sektor pariwisata berdasarkan Uu no.10 tahun 2009 tentang kepariwisataan. Sehingga dengan adanya kebijakan itu pengelolaan dan pengembangan potensi kepariwisataan menjadi lebih terpadu.

“Kebijakan pemerintah menjadikan kekuatan dalam pengelolaan kepariwisataan,” tambahnya.     

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook