DPRD Jabar Dorong Atasi Persoalan Bekasi

Tanggal 23 Mar 2015 15:54 WIB
Wakil Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara mengatakan, Bekasi merupakan salah satu penyangga perekono

DPRD Jawa Barat mendorong pembangunan dan pengembangan sektor pendidikan, kesehatan, perhubungan dan kebersihan serta kemanan di Kota Bekasi. Hal itu mengemuka dalam acara yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi yang bertajuk Forum Komunikasi Mitra Kota Bekasi Sinergitas Pusat dan Daerah.

Wakil Ketua DPRD Jabar, Irfan Suryanagara mengatakan, Bekasi merupakan salah satu penyangga perekonomian terbesar di Jabar. Karena itu, DPRD Jabar mendukung untuk membangun Kota Bekasi menjadi lebih baik.

"Usulan ini tidak terlepas dan tanggung jawab dewan yang ada di dapilnya. Tentunya DPRD mendukung melalui kepercayaan kepada walikota dan skpd nya untuk membangun Kota Bekasi," ujar Irfan di Gedung Patriot, Jalan A. Yani, Kota Bekasi, Senin (23/3/2015).

Namun begitu, lanjut dia, pemkot Bekasi pun harus membantu program-program yang direncanakan Propinsi Jabar. Dengan begitu, kedua pihak yang memiliki kepentingan baik secara politis maupun antar instansi akan saling menguntungkan.

"Inilah yang disebut dengan sinergitas antar pusat dan daerah," katanya.

Sementara itu, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan, pihaknya mengapresiasi respon DPRD Jabar dalam mendukung penanganan persoalan di Kota Bekasi. Sehingga, potensi untuk turut serta mengembangkan dan memajukan Jabar terbuka lebar.

"Justru hal seperti ini yang menjadi kekuatan  sebagai pemerintah daerah. Yang pasti, program ini untuk kepentingan masyarakat," ujar Rahmat.

Seperti diketahui, masalah pendidikan yang dihadapi Kota Bekasi mulai dari persoalan kurangnya ruang kelas baru, sekolah baru dan fasilitas pendidikan lainnya membutuhkan anggaran sebesar Rp 576 miliar.
Pembangunan dan pengembangan fasilitas dan pelayanan kesehatan masih menjadi masalah yang signifikan bagi Kota berpenduduk 2,5 juta jiwa. Tak kurang dari hampir 600 ribu jiwa ingin mendapatkan pelayanan prima dalam fasilitas kesehatan, khususnya bagi masyarakat miskin. Anggaran yang dibutuhkan pun mencapai Rp 21 miliar .

Begitu juga dengan masalah yang berkaitan dengan perhubungan. Penangangan masalah kemacetan menjadi fokus dalam program Pemkot Bekasi dengan merealisasikan   Pembangunan beberapa terminal. yang membutuhkan anggaran hingga mencapai Rp 56 miliar.

Tidak terkecuali penanganan banjir di wilayah Kota Bekas yang memiliki 49 titik banjir diperlukan koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi hingga kota. Tak kurang dari 10 titik prioritas penanganan banjur dengan kebutuhan anggaran Rp 246 miliar.

Sementara itu, Wakil walikota, Ahmad Syaikhu. mengatakan, forum tersebut sebagai bentuk optimistis pemkot Bekasi dalam memajukan Kota Bekasi yang maju sejahtera dan ihsan. Dengan adanya sinergitas yang kuat, seluruh elemen masyarakat terutama pemerintah Kota Bekasi agar terdepan dalam pembangunan di Jabar.

"Ini langkah awal yang baik untu mengantarkan kemajuan Kota Bekasi," ujar Ahmad.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 22 Jun 2017
BND 9.226 9.133 22 Jun 2017
CAD 10.582 10.472 22 Jun 2017
CNH 1.948 1.948 22 Jun 2017
CNY 1.872 1.854 22 Jun 2017
SAR 3.078 3.048 22 Jun 2017
SGD 9.226 9.133 22 Jun 2017
USD 11.544 11.430 22 Jun 2017
Sumber: Bank Indonesia