DPRD Jabar Tolak Gagasan Rp 1 Triliun/partai

Tanggal 12 Mar 2015 08:16 WIB
Wacana dana Rp 1 triliun kepada parpol tuai kecaman

Sebagian kalangan masyarakat  menyayangkan gagasan Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo yang akan memberikan dana Rp 1 triliun kepada partai politik. Hal ini dianggap sebagai tindakan yang menyesatkan dan akan membunuh kredibilitas partai, termasuk diantaranya sebagian anggota DPRD.

Hal ini diungkapkan anggota Komisi III DPRD Jabar Sunatra, di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Selasa (10/3). "Gagasan Mendagri Tjahyo Kumolo yang akan memberikan anggaran dari APBN Rp 1 triliun bagi partai politik, kelihatannya baik. Tapi sebenarnya menyesatkan. Sangat tidak relevan partai diberikan dana seperti itu," kata Sunatra.

Selama ini, kata Sunatra, partai melakukan kompetisi melalui ajang pemilihan umum untuk meraih suara sebanyak-banyaknya. "Di sini parpol berlomba-lomba menarik simpati rakyat yang diakumulasikan menjadi suara dukungan," katanya.

Pada pemilu 2004, misalnya, perhitungan didasarkan pada raihan suara. Sementara pada pemilu 2009 dan 2014 dihitung berdasarkan jumlah kursi yang diperoleh parpol di DPR RI/DPRD.

"Sebagai aktifis partai, saya tidak setuju kalau parpol diberikan dana sistem plat rata-rata Rp 1 triliun tiap parpol. Di samping membunuh kompetisi juga akan muncul ketergantungan kepada pemerintah. Parpol akan terikat dan terbelenggu oleh anggaran yang diberikan pemerintah," paparnya.

Selama ini, kata dia, sumber keuangan partai berasal dari fungsionaris dan anggota partai serta bantuan dari APBN/APBD yang didasarkan pada jumlah suara atau kursi yang diperoleh. Kemudian, dana partai itu diaudit dan dilaporkan kepada pemerintah melalui BPK.

"Tidak benar kalau dana partai dikelola tertutup, dana partai itu dikelola terbuka, diaudit oleh akuntan publik," ucapnya. Oleh karena itu, menurut Sunatra, gagasan Mendagri Tjahyo Kumolo sebaiknya ditarik, karena akan menimbulkan ketidakpercayaan kepada parpol sekaligus akan melemahkan demokrasi.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook