DPRD Jabar Dorong Disdik Jabar Tingkatkan Penyerapan Usia Sekolah di Jabar

Tanggal 10 Mar 2015 07:51 WIB
DPRD Jabar meminta Disdik Jabar optimalkan penyerapan siswa SMK dan SMA di tahun ini.

DPRD Jabar meminta Disdik Jabar untuk mengoptimalkan penyerapan pelajar khususnya  siswa SMK dan SMA di tahun ini. Pasalnya, penurunan partisipasi murni dan angka partisipasi kasar siswa SMK dan SMK sebesar delapan persen berdampak pada kualifikasi pendidikan jenjang selanjutnya. Penurunan tersebut terkesan kontradiktif dengan program nasional untuk menyelesaikan pendidikan dasar yang wajib.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung mengatakan, faktor penyebab tejadinya angka penurunan itu harus dicari solusinya agar tidak terulang kembali pada tahun berikutnya. Sebab, hal itu harus sejalan dengan undang-undang bahwa setia p warga Negara berhak untuk mendapatkan pengajaran dan pendidikan.

"Ini kontradikktif dengan semangat mendorong peningkatan partisipasi sampai 100 persen," ujar Yomanius diruang Komisi V DPRD Jabar, Jalan Diponegoro no. 27, Kota Bandung, Senin (9/3/2015).

Kendati demikian, dirinya memahami kondisi yang dialami SMK dan SMA di Jabar lantaran kewenangan pengelolaan SMA/SMK masih berada di kabupaten/kota. Hal tersebut membuat Pemprov Jabar tidak bisa berbuat banyak.  Sehingga hal itu diindikasikan menjadi penyebab menurunya penigkatan usia sekolah hingga ke jenjang SMK dan SMA.

Menurut Untung, mulai 2016 mendatang, pengelolaan SMA/SMK menjadi tanggung jawab pemprov. Maka dari itu, Untung berharap pemprov terus mempersiapkan berbagai hal agar pengelolaan SMA/SMK bisa optimal.

"Sarana dan prasarana untuk SMA ini kan lebih terbatas, jadi pemprov harus melengkapi. Pembiayaan (untuk sekolah SMA/SMK) yang selama ini dibebankan ke orang tua, pemprov bisa menanganinya, jadi beban orang tua lebih ringan," tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Jabar, Edi Mulyadi mengatakan, penurunan angka penyerapan usia sekolah hingga ke jenjang SMK dan SMA dikarenakan adanya peningkatan jumlah penduduk Jabar yang signifikan dari tahun ke tahun. Seperti yang tercatat pada penyerapan siswa sekolah pada tahun pelajaran 2012-2013 sebanyak  1.503. 436 siswa, sedangkan pada 2013-2014 mencapai  1.512.143 siswa dari total jumlah penduduk yang mengalami peningkatan hingga 300.000 jiwa yang masuk usia sekolah dalam tahun pelajaran tersebut. Sehingga hal ini menyebabkan peningkatan secara angka, namun menurun dibandingkan dengan penyerapan usia sekolah sebelumnya.

“insdikasinya tidak seimbang antara pertambahan jumlah penduduk dan penyerapan usia sekolah, sehingga menurun,” ujar Edi.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook