DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Bapusda Untuk Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Jabar

Tanggal 09 Mar 2015 16:38 WIB
Rapat kerja Komisi V dalam rangkam pembahasan LKPj Gubernru TA 2014

DPRD Jawa Barat mendorong masyarakat Jabar meningkatkan minat baca dan tulis agar terwujudnya manusia cerdas di masa mendatang. Hal itu tentu harus melalui upaya dan melakukan pendekatan yang tepat terhadap masyarakat Jabar secara persuasive. Terlebih, peningkatan pengelolaan perpustakaan di Provinsi Jabar.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung mengatakan, pegelolaan perpustakaan di Jabar dibandingkan dengan propinsi lain di Indonesia terbilang rendah. Banyak faktor yang menyebabkan ciri masyarakat Jabar kurang minat untuk membaca. Karena itu, optimalisasi Badan Perpustakaan Daerah (Bapusda) Jabar sangat penting untuk ditingkatkan melalui program yang lebih lengkap untuk mendukung kemajuan masyarakat Jabar.

“Harus ada upaya untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan berwawasan,” ujar Yomanius di ruang Komisi V DPRD Jabar, Jalan Diponegoro no. 27, Kota Bandung, Senin (9/3/2015)

Hal serupa diungkapkan anggota Komisi V DPRD Jabar, Habib Syarif. Menurut Habib, program pembinaan dan pengembangan aparatur harus didukung dengan anggaran yang memadai pula. Pasalnya, pustakawan bukan pegawai instansi biasa yang seharusnya memiliki keahlian khusus dalam mengelola keperpustakaan. Sehingga secara administrative, syarat menjadi pengelola perpustakaan harus memiliki standar minimal hingga kualifikasi tinggi.

“Peran Dinas pendidikan dan perpustakaan daerah sangat penting dalam meningkatkan minat baca masyarakat Jabar,” ujar Habib.

Dia menambahkan, sebagai gudang wawasan, perpustakaan daerah juga harus memiliki sumber pustaka yang sebenarnya di Jabar sangat kaya akan kebudayaan dan naskah kuno sejak jaman kerajaan. Sehingga, khasanah kepustakaan di Jabar semakin lengkap dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Jabar. Selain itu, Bapusda sepatutnya mencoba untuk memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin pesat saat ini. Tidak terkecuali pengelolaan data perpustakaan yang dihimpun dalam komputerisasi.

“Bahkan, tidak menutup kemungkinan Jabar harus menjadi Pilot Project bagi Indonesia dalam pengelolaan perpustakaan,” tambahnya.

Berbeda dengan Habib Syarif, Anggota Komisi V DPRD Jabar lainnya, Sahromi mengatakan, berkaitan dengan pustakawan di Jabar harus di standardisasi secara selektif agar memiliki sumber daya manusia yang khusus memahami kepustakaan. Untuk itu, diperlukan adanya pembinaan mengenai kepemimpinan di lingkungan Bapusda agar menjadi contoh bagi pegawai yang ada di lingkungan tersebut.

“Pustakawan itu sdm yang sebenarnya sangat mahal, perlu ada keahlian khusus,” ujar Sahromi.

Sementara itu, Kepala Bapusda Jabar, Tati Iriani mengatakan, keinginan minat baca masyarakat Jabar terbilang rendah lantaran kurangnya fasilitas dan sumber daya manusia yang memadai dalam mendukung peningkatan tersebut. Pasalnya, tenaga kepustakaan yang di miliki propinsi Jabar tidak lebih dari 50 orang. Selain itu, upaya yang dilakukan hingga kini sebatas dilingkungan Organisasi Perangkat Daerah ditingkat propinsi. Karena itu, dukungan dan dorongan anggota dewan untuk membantu upaya program sangat diperlukan.

“Studi bandung dengan propinsi lain terus kami lakukan dan disebarkan hingga ke tingkat kabupaten kota di Jabar,” ujar Tati.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook