DPRD Jabar Akan Bahas LKPJ 2015-Komisi V: APK Siswa SMA/SMK Menurun

Tanggal 06 Mar 2015 08:07 WIB
Gubernur Ahmad Heryawan Sampaikan Nota LKPJ TA 2014 di Rapat Paripurna DPRD

DPRD Jawa Barat menerima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Provinsi Jawa Barat 2014. Laporan tersebut diserahkan langsung Gubernur Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Deddy Mizwar, dalam Rapat Paripurna Pembacaan Nota Pengantar LKPJ Gubernur Akhir Tahun Anggaran 2014, di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Kamis (5/3).

Ketua Pansus LKPJ Gubernur 2014 Gatot Tjahyono mengatakan, komisi dan fraksi di DPRD Jabar akan langsung membahas laporan pertanggungjawaban tersebut. Pembahasan di tingkatan tersebut akan dilakukan selama satu pekan.

"Dibahas antar komisi dengan (organisasi perangkat daerah) mitranya masing-masing. Mungkin fraksi sebagai kebijakan politik akan memberi masukan," kata Gatot di tempat yang sama.

Usai dibahas di komisi dan fraksi, LKPJ tersebut akan dibahas oleh pansus yang berjumlah sekitar 30 orang. Pembahasan ini pun dijadwalkan tuntas pada 1 April mendatang.

"Jika waktunya tidak cukup, ya tinggal diperpanjang lagi," ucapnya. Lebih lanjut Gatot katakan, berdasarkan nota LKPJ yang dibacakan, terdapat sejumlah prestasi yang telah diciptakan pemprov.

Namun, Gatot pun tidak memungkiri adanya sejumlah program yang belum maksimal. "Percepatan pembangunan infrastruktur yang seharusnya lebih merata. Soal kelompok masyarakat yang mendapat bantuan. Juga keberadaan BUMD yang harus diperkuat lagi," paparnya.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung menyesalkan turunnya angka partisipasi murni dan angka partisipasi kasar siswa SMA/SMK. Menurut Untung, terdapat penurunan angka partisipasi siswa ke SMA/SMK sebesar delapan persen dibanding tahun sebelumnya.

"Ini suatu keperihatinan. Padahal, semangatnya mendorong peningkatan partisipasi sampai 100 persen. Ini kontradiktif," katanya.

Untung memahami, hingga saat ini kewenangan pengelolaan SMA/SMK masih berada di kabupaten/kota, sehingga Pemprov Jabar tidak bisa berbuat banyak. Namun, lanjut Untung, hal ini menjadi catatan penting bagi pemprov dalam mencapai target peningkatan usia sekolah hingga SMA/SMK.

Sebab, lanjutnya, mulai 2016 mendatang, pengelolaan SMA/SMK menjadi tanggung jawab pemprov. Maka dari itu, Untung berharap pemprov terus mempersiapkan berbagai hal agar pengelolaan SMA/SMK bisa optimal.

"Sarana dan prasarana untuk SMA ini kan lebih terbatas, jadi pemprov harus melengkapi. Pembiayaan (untuk sekolah SMA/SMK) yang selama ini dibebankan ke orang tua, pemprov bisa menanganinya, jadi beban orang tua lebih ringan," kata Untung seraya menyebut kesadaran orang tua dan siswa untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SMA sudah cukup tinggi.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku puas dengan sejumlah capaian LKPJ 2014. "LKPJ kan setahun jadi pasti banyak banget. Alhamdulillah, bagus dalam berbagai bidang. Baik pendidikan, infrastruktur, maupun kesehatan," kata Heryawan.

Heryawan mengaku, pihaknya sudah bekerja dan melaksanakan tugas sebaik mungkin. Dirinya pun merasa bersykur karena banyaknya penghargaan yang diterima.

"Pertanian kami Alhamdulilah produksi paling tinggi. Tinggal kalau produksi sudah oke, kita tinggal mengarah pada kesejahteraan para petani," katanya.

Ke depan, Heryawan berharap semua kekuatan bangsa ini ditujukan untuk membangun ketahanan pangan. Terlebih, 40 persen penduduk berprofesi sebagai petani.

"Kalau pemerintah bisa menyelesaikan pertanian dan nelayan, artinya sudah menyelesaikan persoalan kesejahteraan 40 persen se-Indonesia. Jadi perhatian pada pertanian harus terus ditingkatkan," katanya.
 
Heryawan menjelaskan, pemerintah daerah dan pusat ingin meningkatkan hasil pertanian dengan meningkatkan indeks pertanaman (IP). Jabar sendiri, menjadi produsen padi terbesar, terutama di daerah utara Jabar.

"Kalau kawasan utara, bisa tiga kali panen peningkatannya. Luar biasa karena lahan pertanian Jabar 80 persen ada di utara. Sementara di selatan, lahannya hanya 20 persen," pungkasnya.

Bagikan
Berita Terkait
Dewan Akan Segera Bahas LKPj 2015
27 Mar 2016 11:36 WIB
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 23 Okt 2017
BND 9.226 9.133 23 Okt 2017
CAD 10.582 10.472 23 Okt 2017
CNH 1.948 1.948 23 Okt 2017
CNY 1.872 1.854 23 Okt 2017
SAR 3.078 3.048 23 Okt 2017
SGD 9.226 9.133 23 Okt 2017
USD 11.544 11.430 23 Okt 2017
Sumber: Bank Indonesia