Atasi Pornografi, Komisi V Dukung Pembentukan Tim Khusus

Tanggal 02 Mar 2015 08:34 WIB
Komisi V DPRD Jabar, apresiasi Tim Khusus untuk tangani masalah pornografi

DPRD Jawa Barat menyayangkan terus terjadinya peristiwa asusila yang dilakukan generasi muda. Seperti diketahui, baru-baru ini beredar rekaman video asusila yang pelakunya merupakan mahasiswa perguruan tinggi negeri ternama di Kota Bandung.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung mengatakan, hal ini terjadi karena longgarnya norma kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Untung menjelaskan, di era globalisasi saat ini, warga terutama generasi muda lebih mudah mengakses segala sesuatu yang berbau porno.

Hal ini mengakibatkan rentannya pelanggaran norma-norma kehidupan. "Tata kehidupan rentan. Dan itu akan terjadi," kata Untung saat dihubungi di Bandung, Minggu (1/3).

Tidak hanya itu, tambah Untung, pengawasan yang dilakukan terkait hal itu pun masih dirasa lemah. Sebagai contoh, kehadiran situs-situs porno masih bisa mudah diakses oleh siapa pun.

Selain itu, pengawasan terhadap aktivitas generasi muda pun masih dianggap kurang. "Sekarang siapa yang mengontrol perilaku anak muda mahasiswa di kampus atau kosan? Ini tidak ada. Siapa yang mengontrol? Semua untuk mengakses tersedia," kata Untung seraya mengatakan persoalan ini merupakan fenomena gunung es karena lebih banyak kasus yang nampak lebih sedikit dibanding yang belum terungkap.

Maka dari itu, Untung mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang membentuk tim khusus untuk menangani masalah pornografi. "Ya, kami mengapresiasi. Semoga mampu mengurangi berbagai persoalan itu," kata Untung.

Sementara itu, pembentukan tim khusus anti pornografi dilakukan mengingat semakin maraknya pornografi di kalangan masyarakat. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, saat ini persoalan moral marak terjadi di masyarakat.

Selain pornografi, persoalan minuman keras, narkoba, hingga penularan HIV/AIDS pun banyak terjadi. Kondisi ini pun direspons Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang menyebut kondisi saat ini sudah masuk tahap darurat.

"Ini sangat memprihatinkan dan harus segera diantisipasi," kata Heryawan di Gedung Sate, Bandung, baru-baru ini. Heryawan menjelaskan, tim khusus yang dibentuknya itu bertugas menangani permasalahan tersebut.

"Untuk mengatasi  bahaya miras, narkoba, pornografi, HIV/AIDS, itu akan ada tim khusus yang membuat gerakan penyelesaian yang sistemik," jelasnya seraya menyebut tim khusus tersebut berasal dari berbagai unsur. Nantinya, kata dia, tim tersebut akan menggerakan semua lini yang ada di masyarakat mulai dari keluarga, hingga sekolah.

"Jadi semua seragam. Semua sekolah dan guru-guru akan bicara anti pornografi," katanya. Heryawan pun mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya pendekatan internal keluarga.

Hal ini perlu mendapatkan perhatian dari masyarakat dan lingkungan sekitar. "Jadi masyarakat pun harus berperan aktif untuk bisa terlibat dalam mengantisipasi darurat pornografi. Kita sudah mengembangkan gerakan 20 menit orang tua  bersama anak, tentunya itu perlu dikembangkan oleh masyarakat," katanya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Jabar Dudi Sudrajat mengatakan, pihaknya akan mengusulkan ke Kementerian Kominfo agar pemblokiran situs-situs porno yang menjadi penyebab maraknya aksi asusila di masyarakat terus dilakukan. Meski program tersebut sudah ada, namun hingga saat ini situs tersebut selalu bermunculan dan bisa diakses masyarakat.

"Tetap saja bermunculan situs-situs porno baru yang tidak terblokir oleh software-software tadi," kata Dudi. Dia mengatakan, provider internet menjadi penentu keberhasilan pemblokiran situs-situs porno, meski ini sangat berkaitan dengan keberlangsungan bisnis.

"Makanya kami juga selain mengirim surat pada kementrian Kominfo juga akan lakukan koordinasi dengan operator-operator atau provider internet ini, agar bisa menutup akses ke situs-situs porno tadi. Kalau bisa tanpa mengurangi pendapatan operator-operator tersebut," katanya.

Selain itu, Dudi mengatakan, pihaknya akan merangkul Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer, dan relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk menyukseskan pemblokiran tersebut. Selain itu, yang tidak kalah penting, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi tentang internet sehat kepada masyarakat luas.

"Kami setiap hari Minggu di car free day terus lakukan penyuluhan tentang internet sehat. Agar bisa mengurangi penggunaan situs-situs pornografi yang bisa berdampak buruk pada mentalitas masyarakat," pungkasnya.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 15 Des 2017
BND 9.226 9.133 15 Des 2017
CAD 10.582 10.472 15 Des 2017
CNH 1.948 1.948 15 Des 2017
CNY 1.872 1.854 15 Des 2017
SAR 3.078 3.048 15 Des 2017
SGD 9.226 9.133 15 Des 2017
USD 11.544 11.430 15 Des 2017
Sumber: Bank Indonesia