DPRD Jawa Barat Dukung Pembangunan Kobong Sehat

Tanggal 11 Feb 2015 15:50 WIB
DPRD Jabar dukung pembangunan kobong sehat di pesantren

DPRD Jabar mendorong pembangunan kobong sehat di lingkungan pesantren. Pasalnya, selama ini penilaian pesantren tradisional identik dengan lingkungan yang kumuh. Karena itu, dewan mendukung Biro Pelayanan Sosial (Yansos) bidang agama untuk membangun sejumlah kobong sehat.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Maman Abdurachman mengatakan, program pembangunan kobong merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, kuantitas pembangunannya tersebut harus ada target untuk penyelesaiannya. Hal itu berdampak pada pelayanan terhadap masyarakat yang menggunakan lembaga pendidikan keagamaan.

 "Soal pembangunannya harus ada pengawasan, bukan hanya fisik tetapi juga pelayanan ke masyarakatnya juga harus ada peningkatan," ujar Maman dalam rapat kerja Biro Yansos di ruang Komisi V DPRD jabar, Jalan Diponegoro, Kota bandung, Rabu (11/2/2015).

Kemudian, lanjut Maman, berkaitan dengan bantuan mesjid ditingkat kecamatan dan pedesaan harus mendapat bantuan yang layak sebagai tempat ibadah warga muslim.

400 kecamatan lebih di Jabar terdapat mesjid yang kurang layak untuk melakukan aktivitas keagamaan dalam skala besar. Sehingga, masyarakat kurang antusias dalam setiap penyelenggaraan keagamaan.
"Saya berharap dengan anggaran yg signifikan di wilayah kecamatan yg tidak terdanai kabupaten/kota ada prioritas untuk renovasi mesjid," tambahnya.

Senada dengan Maman, Anggota Komisi V lain, Rustandie SH mengatakan, pengawasan bantuan ini harus menembus hingga ke tingkat pedesaan. Disamping itu, penyaringan bantuan harus ketat agar tidak dimanfaatkan kalangan tertentu dengan berbagai motif.

"Bantuan untuk mesjid, harus ada transparansi dan seleksi yang ketat," tegasnya.

Dia mengusulkan, adanya program pembangunan kobong dibarengi dengan sistem sanitasi yang baik. Agar membentuk santri atau peserta didik yang sehat dan bersih. Hal itu sebagai upaya untuk menanggulangi lingkungan pesantren yang sehat. Sehingga kualitas pendidikan informal akan meningkat dengan sendirinya.

Sementara itu, Biro Yansos propinsi Jabar mengapresiasi dewan dalam program pembangunan 1000 kobong dilingkungan pesantren yang tersebar di Jabar. Hal itu sejalan dengan program pelayanan sosial lanjutan bidang kegiatan keagamaan dan pembinaan badan islamic center. Pembangunan kobong tersebut pada RKPD 2014 dalam APBD murni sebanyak 750 dan 250 kobong pada APBD-perubahan. Selain itu, Biro Yansos berkoordinasi dengan Perguruan Tinggi menengah ke bawah untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah. Bantuan difokuskan pada pembangunan ruangan kelas baru yang dikonsultasikan terlebih dulu dengan Kopertis.

Berkaitan dengan bantuan keagamaan, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pemprop Jabar mengklasifikasikan pembangunan mesjid dilihat dari nomenklatur. Mesjid Raya diperuntukan ditingkat propinsi, Mesjid Agung diperuntukan ditingkat kabupaten/kota dan mesjid besar diperuntukan ditingkat kecamatan.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook