DPRD Jabar Dukung Pengembangan Pertanian di Jabar Selatan

Tanggal 06 Feb 2015 14:22 WIB
Rapat kerja Komisi II dengan mitra kerja di Tasikmalaya

DPRD Jawa Barat mendukung  pengembangan pertanian dan pengembangan benih palawija  untuk meningkatkan perekonomian di Jabar. Selain itu, potensi pertanian lainnya yang bias dikembangkan dengan produk unggulan. Sehingga sektor pertanian menjadi salah satu penopang ekonomi makro di Jabar.

Ketua Komisi II DPRD Jabar, Ir. Ridho Budiman Utama mengatakan, secara umum Jabar sudah memiliki komoditas pertanian unggulan selain padi dan jagung. Untuk memenuhinya diperlukan benih yang memiliki produktivitas tingggi. Karena itu, untuk mewujudkan Jabar sebagai sentra pertanian semua jenis bibit maupun produk jadi akan tercapai.

“Pengembangan bidang pertanian ini harus kita support untuk memajukan sekaligus menyejahterakan masyarakat Jabar,” ujar Ridho saat melakukan kunjungan kerja Komisi II di Tasikmalaya.

Selain itu, kata dia, kerjasama antara dinas terkait untuk mendukug dalam melakukan terobosan dan pemasaran dan mengungguli daerah lain dalam budidaya pertanian. Karena itu, sesuai dengan Undang-undang no.23 tahun 2014, DPRD Jabar bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jabar untuk bersama-sama membangun Jabar, sehingga tidak terjadi ego sektoral lintas dinas dan kepentingan lembaga.

Sementara itu, Kepala Sub Unit Pengembangan Holtikultura dan Ankea Tanaman Kabupaten Tasikmalaya, Wandi mengatakan, pengembangan komoditi kedelai meningkat seiring dengan program Pemprov Jabar dibandingkan pada 2013 lalu yang hanya mampu menghasilkan kedelai sebanyak 56 ribu ton menjadi sebesar 110 ribu ton pada 2014 lalu. Peningkatan produktivitas meningkat 1,6 ton pada 2014. Selain itu, upaya peningkatan tersebut tak lepas dari pendekatan kepada masyarakat untuk penyediaan aneka tanaman serta mengedukasi masyarakat secara rinci.    

“Prospek pengembangan tanaman ini sangat menjanjikan, terlebih pemerintah dapat menyediakan bibit sumber untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan tanaman di Jabar khususnya,” ujar Wandi.

Di tempat yang sama, pelaku usaha penangkaran benih palawija, Dede mengatakan, potensi lahan secara umum sudah tersedia dengan baik. Sebanyak 141 hektar diberdayakan untuk mengelola berbagai macam tanaman, 31 hektar diantaranya digunakan untuk area pesawahan. Namun, yang menjadi kendala terbentur pada sumber daya manusia untuk menggarap lahan kering untuk pengembangan tanaman keras.

“Karena lahannya luas, tenaga kerja untuk menggarap lahan agar optimal harus ditambah,” ucap Dede.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 18 Okt 2017
BND 9.226 9.133 18 Okt 2017
CAD 10.582 10.472 18 Okt 2017
CNH 1.948 1.948 18 Okt 2017
CNY 1.872 1.854 18 Okt 2017
SAR 3.078 3.048 18 Okt 2017
SGD 9.226 9.133 18 Okt 2017
USD 11.544 11.430 18 Okt 2017
Sumber: Bank Indonesia