DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Koperasi Berbasis Syariah

Tanggal 06 Feb 2015 11:09 WIB
Komisi II DPRD Jabar Dorong Optimalisasi Koperasi Berbasis Syariah

DPRD Jawa Barat mendorong Pusat Koperasi Syariah (Puskopsyah) mengoptimalkan kegiatan ekonomi masyarakat Jabar berbasis syariah. Potensi ekonomi berbasis syariah sedang menggeliat, lantaran perkembangan Baiitul Maal wa Tamwil (BMT) di Jabar tidak seperti perkembangan BMT di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Lantaran banyaknya  perbankan mikro yang masuk ke kalangan masyarakat menengah ke bawah.   

Ketua Komisi II DPRD Jabar, Ir. Ridho Budiman Utama mengatakan, pengelolaan koperasi berbasis syariah tersebut harus dapat meningkatkan kontribusi kesejahteraan masyarakat Jabar. Menggali potensi masyarakat agar tidak bergantung pada perbankan konvensional. Bahkan, adanya koperasi dapat mengoptimalkan potensi masyarakat Jabar menengah ke bawah.

“Sebagai sepakat mendesak aktivitas ekonomi di Jabar, termasuk ekonomi berbasis syariah,” ujar Ridho di kantor DPRD Jabar.

Dia menambahkan, Puskopsyah berjalan sesuai dengan fungsi sebagai pembinaan untuk LKM dan BMT mempermudah akses link untuk lkm dan bmt dan memberikan penilaian pada LPDB. Ketiga fungsi bertujuan untuk menyejahterakan masyarakata Jabar. Selain itu, pelaku wirausaha harus memiliki kualifikasi yang memadai agar dapat dimengerti oleh masyarakat lapisan bawah. Secara eksplisit, fungsi mengedukasi tidak kalah penting mengenai sosialisasi koperasi berbasis syariah tersebut. Di sisi lain, adanya koperasi berbasis syariah tersebut untuk mengantisipasi berkembangnya lintah darat dan sistem bunga bank bervariasi.  

Sementara itu, Ketua Puskopsyah Jabar, Andri Safari mengatakan, perkembangan ekonomi bersinergi dengan pendidikan. Umumnya, masyarakat menengah kebawah khususnya kaum ibu hanya mengandalkan sumber pendapatan dari para suami. Karena itu, dengan adanya koperasi syariah dapat meningkatkan perekonomian. Tidak kurang target untuk anggota koperasi khususnya kaum ibu akan menjaring 8000 anggota. Hal itu berpengaruh pada peningkatan pendidikan seiring meningkatnya perekonomian. potensi penyerapan 1 juta penerima manfaat dari koperasi BMT dapat terealisasi pada 2020 mendatang.

“Potensi masyarakat harus ditingkatkan, melalui koperasi ini kita menargetkan 1juta penerima manfaat. Selain itu, tentunya ada tahapan pembinaan terlebih dulu,” kata Andri.

Dia menambahkan, melahirkan koperasi yang kompeten berawal dari Jabar, tetapi dukungan dari pemerintah kurang maksimal. Sehingga tidak berkembang dengan baik lantaran koperasi dengan lenmbaga pemerintah tidak bersinergi.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Informasi Sekretariat
Agenda
Twitter
Facebook