DPRD Jabar Komitmen Dorong Infrastruktur di Priangan Timur

Tanggal 01 Dec 2014 12:21 WIB
Anggota DPRD Jabar, Yod Mintaraga

Selain terkait aset, masih banyak persoalan di Kota Tasikmalaya yang sangat memerlukan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga pemerintah pusat. Di antara permasalahan itu, terdapat dua hal penting yang harus menjadi prioritas di Kota Tasikmalaya, yakni pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2013 lalu, angka kemiskinan di daerah yang kini dipimpinnya itu mencapai 18 persen dari jumlah penduduk. Jumlah tersebut, kata Budi, menjadi yang tertinggi di Jabar.

Menurut Budi, tingginya angka kemiskinan ini terjadi karena rendahnya daya beli masyarakat. Oleh karena itu, Budi berharap, Pemprov Jabar dan pusat lebih mencurahkan lagi perhatiannya kepada Kota Tasikmalaya.

Terlebih, Budi mengakui, saat ini pendapatan asli daerahnya masih tergolong kecil yakni sekitar Rp 250 miliar. Budi menjelaskan, salah satu cara untuk mendorong pembangunan di Kota Tasikmalaya yakni dengan menambah pembangunan infrastruktur, terutama untuk transportasi darat.

Bahkan, dengan penambahan infrastruktur, pembangunan ekonomi di kabupaten/kota lain di sekitarnya akan turut terdorong. Sebagai contoh, Budi menyebut, pembangunan jalan lingkar luar Tasik harus segera diselesaikan dan mendapat perhatian dari pemprov.

Terlebih, kata Budi, jalur tersebut kewenangannya berada di provinsi. "Sehingga pembangunan semuanya dilaksanakan oleh provinsi," katanya.

Selain itu, Budi pun berharap, wacana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Cileunyi, Kabupaten Bandung dengan Tasikmalaya bisa segera terealisasi. Selain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Priangan timur, kata Budi, hadirnya tol tersebut merupakan bentuk pemerataan pembangunan di Jabar.

"Kan di (Jabar) utara ada tol Cikapali, di tengah ada Cisumdawu. Di selatan juga perlu, Cileunyi-Tasikmalaya. Untuk penguatan arah jalur selatan. Memudahkan akses ekonomi warga Tasikmalaya dan wilayah Priangan timur," paparnya.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar Yod Mintaraga mengatakan, dewan terus berkomitmen mendorong pertumbuhan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Jabar, salah satunya Priangan timur. Berbagai sarana prasarana yang dibutuhkan pun terus diupayakan untuk mengakselerasi pertumbuhan tersebut.

"Perlu jalan tol Tasikmalaya,'' kata Yod di tempat yang sama. Yod menilai penting adanya jalan tol yang menghubungkan Cileunyi, Kabupaten Bandung dengan Tasikmalaya ini

Menurut Yod, penyusunan detail engineering design pembangunan jalan tol Cielunyi-Tasikmalaya sudah dimulai. Dengan dibuatnya DED, kata Yod, pembagian tugas terkait pembangunan jalan tol tersebut menjadi lebih jelas.

Yod menargetkan pada 2016 sudah dilakukan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Cileunyi-Tasikmalaya. Adapun pembangunan jalan tol tersebut, lanjutnya, akan menggunakan dana APBN dan swasta.

"Kan kita punya BUMD Jasa Sarana yang bisa menggarap ini. Kalau tol itu terbangun, bisa memperpendek daya tempuh," katanya.

Selain itu, lanjut Yod, masih terkait pengembangan kawasan Priangan timur, pada tahun depan DPRD bersama Pemprov Jabar akan mengalokasikan dana untuk pengembangan Bandara Nusawiru. Nantinya, anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan landasan pacu, hanggar, dan air traffic Bandara Nusawiru. "Tapi nilainya masih dibahas," katanya.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 15 Des 2017
BND 9.226 9.133 15 Des 2017
CAD 10.582 10.472 15 Des 2017
CNH 1.948 1.948 15 Des 2017
CNY 1.872 1.854 15 Des 2017
SAR 3.078 3.048 15 Des 2017
SGD 9.226 9.133 15 Des 2017
USD 11.544 11.430 15 Des 2017
Sumber: Bank Indonesia