Dewan Komitmen Dorong Pariwisata Jabar-2015 Alokasikan Anggaran Untuk Kembangkan Bandara Nusawiru

Tanggal 27 Nov 2014 07:41 WIB
Bandara Nusawiru

DPRD Jawa Barat terus berkomitmen mendorong pertumbuhan wisata di Jawa Barat, salah satunya Pangandaran. Berbagai sarana prasarana yang dibutuhkan pun terus diupayakan untuk mengakselerasi pertumbuhan pariwisata.
   Anggota Komisi D DPRD Jabar Yod Mintaraga mengatakan, pada 2015 mendatang, DPRD Jabar bersama Pemerintah Provinsi Jabar akan mengalokasikan dana untuk pengembangan Bandara Nusawiru. Meski tidak menyebut nilai pastinya, Yod menyebut, anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan landasan pacu, hanggar, dan air traffic Bandara Nusawiru.
   "Sudah dialokasikan (untuk Nusawiru). Tapi nilainya masih dibahas, belum fix," kata Yod, Rabu (26/11).
   Yod menjelaskan, pembangunan infrastruktur sangat penting untuk menunjang pertumbuhan kawasan wisata. Selain akses transportasi udara, kata Yod, pembangunan infrastruktur laut dan darat pun sangat penting.
   Dengan dikembangkannya Bandara Nusawiru, Yod berharap, berbagai jenis pesawat bisa mendarat dengan sempurna di Nusawiru. "Kalau sudah dibangun, saya berharap nantinya bisa dilandasi oleh pesawat boeing 737. Kan sekarang, kalau turis ingin ke Pangandaran, masa harus ke Bandung dan Jakarta dulu," katanya.
   Selain membangun bandara, kata Yod, infrastruktur darat ke Pangandaran pun harus dibangun. Terlebih, saat ini, jarak tempuh ke Pangandaran cukup memakan waktu.
   "Bagaimana itu, makanya perlu jalan tol Tasikmalaya,'" kata Yod. Yod menilai penting adanya jalan tol yang menghubungkan Cileunyi-Tasikmalaya.
   Menurut Yod, penyusunan detail engineering design pembangunan jalan tol Cielunyi-Tasikmalaya sudah dimulai. DED harus dibuat dahulu agar lebih jelas pembagian tugasnya, sehingga ditargetkan pada 2016 sudah dilakukan pembebasan lahan.
   Adapun pembangunan jalan tol tersebut akan menggunakan dana APBN dan swasta. "Kan kita punya BUMD Jasa Sarana yang bisa menggarap ini. Kalau tol itu terbangun, bisa memperpendek daya tempuh," katanya.
   Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik di Jabar. Namun, banyak kalangan yang tidak mengetahui keunikan dari Pangandaran itu sendiri, sehingga kekayaannya tidak tergali maksimal.
   "Pangandaran harus mempunyai destinasi yang unik atau seksi, agar semakin menarik para wisatawan untuk berkunjung," kata Deddy. Menurutnya, suatu tempat wisata harus memiliki tujuan wisata yang berbeda dengan yang lainnya.
   "Saya  menginginkan Pangandaran memiliki destinasi yang unik dan menjadi unggulan," kata Deddy. Untuk mendorongnya, Deddy mengaku, pemprov telah membentuk tim mendukung keunikan Pangandaran.
   Namun, lanjut Deddy, untuk mengembangkan kawasan wisata menjadi unik dan menarik, harus terlebih dahulu dibuat strategi perencanaan yang melibatkan masyarakat serta fokus pendanaan. "Jadi kalau sudah ditentukan untuk Sindang Rawa, misal,  jangan lempar ke Batu Karas, satu rupiah pun tidak boleh ke Batu Karas. Makanya dibuat perencanaannya seperti apa, serta bagaimana bisa melibatkan masyarakat di dalamnya," katanya.
   Pjs. Bupati Pangandaran Endjang Naffandi mengatakan, keinginan untuk menjadikan Pangandaran sebagai primadona pariwisata Jawa Barat semakin terbuka lebar. Sebab, selain memiliki keindahan pantai dan wisata bahari lainnya, potensi pariwisata kabupaten termuda di Jabar ini semakin bertambah dengan adanya sejumlah goa yang mulai diperkenalkan.
   Sedikitnya terdapat 1.115 goa yang berada di Pangandaran. Dengan jumlah tersebut, diyakini Pangandaran menjadi daerah di Indonesia yang paling banyak memiliki goa.
   Endjang menuturkan, Pangandaran layak disebut negeri seribu goa. Selain memiliki goa yang banyak, keberadaan goa ini pun menarik perhatian sejumlah wisatawan baik lokal dan mancanegara.

Bagikan
Berita Terkait
Pimpinan DPRD
Agenda
Kurs Valas
Mata Uang Jual (Rp) Beli (Rp) Tanggal
AUD 10.828 10.717 18 Okt 2017
BND 9.226 9.133 18 Okt 2017
CAD 10.582 10.472 18 Okt 2017
CNH 1.948 1.948 18 Okt 2017
CNY 1.872 1.854 18 Okt 2017
SAR 3.078 3.048 18 Okt 2017
SGD 9.226 9.133 18 Okt 2017
USD 11.544 11.430 18 Okt 2017
Sumber: Bank Indonesia