Selamat Datang di Website Resmi DPRD Provinsi Jawa Barat  

Login Internal

Link






Jajak Pendapat

Tidak ada jajak yang aktif

Berita

Fraksi-Fraksi Tanggapi Nota Pengantar Perubahan APBD TA 2013

04 September 2013 | 10:55 WIB

   Sorotan terhadap Nota Keuangan Gubernur perihal RAPBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2013 disampaikan oleh fraksi-fraksi DPRD Provinsi Jawa Barat dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap Keuangan Gubernur perihal RAPBD Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2013 (3/9) yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Irfan Suryanagara.
   Dalam pandangan umumnya, Fraksi Demokrat memberikan apresiasi positif terhadap capaian kinerja Gubernur beserta jajarannya. Tetapi sebagaimana yang dibacakan oleh Lily Zuraida, FD akan sangat menyayangkan jika besaran Silpa Anggaran tahun 2012 yang direncanakan untuk menutup deficit anggaran perubahan 2013 tersebut bersumber dari banyaknya program kegiatan yang tidak terealisasi karena tidak matang dalam perencanaan. FD meminta Gubernur menjelaskan bagaimana perbandingan besaran Silpa yang bersumber dari over target pendapatan dan efisiensi belanja dan koreksi/kontra pos tersebut.
   FD juga mempertanyakan pengeluaran pembiayaan daerah dalam bentuk penyertan modal sebesar Rp. 44,125 milyar kepada PT Agro dan BPR sebagai bentuk pemenuhan kewajiban. FD meminta penjelasan kemana penyertaan modal tersebut akan diarahkan, dan bagaimana prediksi retun benefit yang akan diterima oleh Pemprov Jabar di tahun mendatang.
   Pada kesempatan yang sama, Fraksi PDI sebagaimana disampaikan Agus Welliyanto menyapaikan apresiasi terhadap peningkatan  PAD yang cukup signifikan yang disebabkan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat Jabar terhadap pembayaran pajak dan retribusi. Namun demikian F. PDI.P melihat bahwa besarnya kontribusi yang diberikan masyarakat untuk APBD belum mendapatkan pelayanan yang cukup dari pemerintah.
   Selanjutnya F. PDI.P meminta penjelasan secara gambling mengenai rencana penggunaan anggaran belanja perubahan TA 2013 di hamper semua SKPD yang diperuntukan untuk belanja fix cost. Apakah ada korelasinya dengan hasil evaluasi dari Tim UKP4 mengenai rendahnya penyerapan belanja APBD 2013 sehingga setiap SKPD fokus selesaikan anggaran yang bersumber dan APBN .
   Terkait dengan peningkatan PAD yang akan dialokasikan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, F. Partai Golkar dalam Pandangan Umum Fraksinya mempertanyakan mengenai dana pemerataan desa yang pada anggaran murni belum terealisasikan. F. PG juga menanyakan berapa besaran alokasi dan standar kebutuhan untuk biaya dana alokasi BOS bagi siswa SLTA yang sesungguhnya.
   Lebih lanjut F. PG sebagaimana disampaikan Yod Mintaraga meminta penjelasan mengenai perkembangan pembebasan lahan bagi status PTS Unsika, Unswagati, Unsil dan Politeknik serta pembebasan lahan untuk relokasi pacuan kuda Arcamanik serta kondisi BUMD-BUMD yang sampai saat ini masih belum menunjukkan kinerja yang menggembirakan padahal jumlah penyertaan modalnya sudah cukup besar.
   Terkait dengan pembiayaan, Fraksi PKS dalam pandangan umum yang dibacakan Anwar Yasin mengemukakan rencana untuk anggaran pengeluaran pembiayaan berupa Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) Pemprov Jabar kepada beberapa BUMD sebagaimana yang dikemukakan dalam nota gubernur.
   F. PKS mengemukakan selain dapat dilakukan bilamana dasar hukumnya jelas, PMP dapat dilakukan dengan disertai rencana usaha BUMD yng jelas dan bermanfaat bagi Pemprov Jabar dan dirasakan hasilnya oleh masyarakat. Oleh karena itu, F. PKS meminta penjelasan Gubernur tentg dasar hukum PMP kepada PT BPR hasil merger, PD Jasa dan Kepariwisataan serta kepada PT Agro jabar. F. PKS juga mempertanyakan pengelolaan dana bergulir yang dialokasikan sebesar Rp 20 milyar.
   Sementara itu, F. PPP dalam pandangan umum fraksinya meminta penjelasan terhadap rencana pembelian asset tanah di Cianjur dan Banjar, berkenaan dengan kepentingannya dan terhadap produktifitas penataan asset-asset yang ada di Jabar karena masih ada yang terbengkalai sebaiknya dikerjasamakan.
   Humar Dani dari Fraksi Gerindra yang membacakan pandangan umum fraksinya mengemukakan bahwa dalam Pos Belanja daerah terdapat kenaikan 14,36% sedangkan pendapatan naik 6,47% dari target murni. Kenaikan ini dinilai tidak sebanding dan tidak proporsional sehingga F. Gerindra meminta penjelasan Gubernur. F. Gerindra juga menyoroti Silpa daerah tahun sebelumnya hendaknya mendapatkan perhatian serius. Jumlah Silpa Rp. 2,9 triliun lebih merupakan angka Silpa terbesar dalam sejarah APBD Jawa Barat.
   Fraksi Hanura-PKB dalam pandangan umumnya mengemukakan pada rancangan Perubahan APBD TA 2013 masih terlihat belum adanya equalitas atau keseimbangan perlakukan terhadap pelaksanaan program pembangunan di beberapa bidang, kelompok dan golongan masyarakat dibanding bidang dan kelompok lainnya. Terdapat juga inkonsistensi Pemprov Jabar dalam mengalokasikan anggaran belanja bantuan hibah yag diberikan pada pelaksanaan pembangunan kobongdi kab/kota sesuai janji Gubernur.
   Dengan tambahan anggaran yang mencapai 2,476 triliun seharusnya pemerintah sudah mulai merealisasikan pendidikan gratis melalui BOS untuk tingkat SMA agar tidak hanya diarahkan untuk pembinaan dan pengembangan belaka sehingga target menuju pendidikan dasar 12 tahun segera tercapai. Terhadap hal ini Fraksi PAN sebagaimana disampaikan Aep Sulaeman fraksinya meminta pejelasan Gubernur.
   Fraksi PAN juga menyoroti pengalokasian anggaran pada setiap dinas di RAPBD Perubahan 2013 tidak sesuai dengan jumlah yang disampaikan oleh setiap OPD pada dokumen rencana RAPBD yang disampaikan Gubernur dengan yang disampaikan OPD pada rapat komisi.

Kembali
.::
Multimedia
Kurs/Mata Uang
Update Terakhir : 16 Agustus 2011
MUJualBeli
AUD9,480.918,427.30
BND7,512.906,674.98
CAD9,198.008,175.61
CHF11,511.2910,229.42
DKK1,749.771,555.79
EUR13,035.3511,588.74
GBP14,779.1713,139.36
HKD1,158.681,030.30
JPY11,741.9010,439.65
NOK1,662.681,475.77
NZD7,534.006,683.25
PGK4,228.683,468.03
SEK1,409.501,252.32
SGD7,512.906,674.98
THB302.78268.97
USD9,026.008,026.00
Sumber : Bank Indonesia
Prakiraan Cuaca
Berlaku :
07 Januari 2011 - 08 Januari 2011


Bandung
Hujan Ringan
Suhu
21 - 28 °C
Kelembaban
68 - 97 %

Sumber : BMG Indonesia